SUARA PEMBARUAN DAILY

RS Balaraja

Pemprov Banten Tak Serius

[TANGERANG] Pembangunan Rumah Sakit (RS) Balaraja, Tangerang, terkatung-katung. Dua tahun lalu, pembangunan fisik RS itu sudah rampung, tetapi belum bisa dioperasikan karena masalah dana.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengusulkan tidak lagi menunggu dana dari Provinsi Banten, tetapi mengalokasikannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Mudah-mudahan awal tahun 2009 RS ini sudah beroperasi," kata Kepala Dinas Kesehatan, Hani Haryanto di Balaraja, Tangerang, Kamis (10/1).

Menurut Hani, untuk mengoperasikan RS Balaraja, Pemkab Tangerang pada APBD tahun 2008 menganggarkan sekitar Rp 7 miliar untuk pembangunan sarana air bersih, pengolahan limbah RSU, pengadaan peralatan medis, dan penyekatan ruangan.

Pembangunan RSU Balaraja merupakan program pemerintah pusat yang dibiayai dari dana dekonsentrasi melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sementara, Pemkab Tangerang hanya membantu berupa pembebasan lahan seluas 7 hektare. Namun Pemprov Banten tidak serius memprioritaskan pembangunan RS yang dibangun sejak tahun 2005 itu. Hingga lebih dari dua tahun pembangunan itu dilakukan, kemajuan yang dialami belum berarti. Pemprov Banten baru membangun sebuah gedung yang sedianya akan difungsikan sebagai kantor. Total anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan telah mencapai Rp 21,8 miliar.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Endang Saptorini menyatakan mendukung langkah Pemkab Tangerang yang ingin mempercepat penggunaan RS tersebut. Ia juga menyayangkan kinerja Pemprov Banten yang lambat. Endang menyatakan bahwa keberadaan RSU yang dibangun di atas lahan 7 hektare itu sangat strategis. Sebab selama ini, masyarakat yang tinggal di daerah tersebut seperti Jayanti, Kresek, Kronjo dan Cisoka harus menempuh perjalanan jauh untuk bisa berobat. "Pilihannya kalau enggak ke Serang ya ke Pandeglang. Makanya jika RSU ini sudah berdiri akan meringangkan beban masyarakat," tandasnya. [132]


Last modified: 11/1/08