[BOGOR] Tiga Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sepakat membangun Waduk Ciawi.
Kesepakatan ketiga pihak dicapai setelah Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melakukan kunjungan kerja termasuk membahas upaya-upaya mengantisipasi banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Jakarta.
Kesepakatan ketiga Pemda tersebut berdasarkan pemikiran bahwa waduk mampu mengendalikan volume air dari hulu ke hilir, sehingga menahan air dan tidak langsung tumpah ke Jakarta. Di sisi lain, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor memperoleh manfaat, karena bisa memenuhi kebutuhan air minum.
"Kami sependapat mendorong pembangunan Waduk Ciawi, karena keberadaan waduk tersebut akan memberikan manfaat kepada ketiga wilayah," kata Fauzi Bowo di Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/1).
Bagi Jakarta, paparnya, waduk Ciawi dapat mengendalikan volume air dari hulu menuju Jakarta. Sehingga potensi banjir khususnya di kawasan sepanjang Kali Ciliwung dapat diminimalkan. Sedangkan untuk Kabupaten Bogor dan Kota Bogor keberadaan Waduk Ciawi juga dapat difungsikan sebagai cadangan air baku untuk kebutuhan air minum warganya, khususnya pada musim kemarau.
Kendati demikian, rencana pembangunan waduk itu harus memperhitungkan tata ruang serta jumlah kapasitasnya. Pentingnya menghitung kapasitas ini, agar jika kelak volume airnya meningkat, waduk mampu menampung. "Harus ada batasan pengembangan tata ruang yang sesuai. Apabila waduk dibangun dengan kapasitas tertentu, jika air bertambah besar akan tetap tertampung," katanya.
Fauzi menegaskan, pihaknya secara bersama akan membuat proposal pembangunan waduk tersebut. Setelah itu nanti akan kita bicarakan dengan pemerintah pusat. Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Bogor Mas'an Djadjuli, mengungkapkan, keberadaan Waduk Ciawi diyakini mampu untuk mengendalikan aliran Kali Ciliwung.
Menurutnya keberadaan Pintu Air Katulampa yang merupakan kunci pengendalian air Kali Ciliwung ke Jakarta, saat ini sudah tidak dapat diandalkan lagi. "Pintu Air Katulampa itu dibangun dari zaman Belanda, jadi sudah tidak relevan lagi," ujar Mas'an.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov DKI Jakarta, Wishnu Subagyo Yusuf mengatakan, Waduk Ciawi yang terletak di wilayah Kabupaten Bogor dan Cianjur tersebut direncanakan dibangun di lahan seluas 200 hektare. Adapun, jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk realisasi waduk tersebut, belum dapat disampaikan, karena belum ada perhitungan secara terinci.
"Kita belum dapat perkirakan biaya pembangunan Waduk Ciawi," katanya. [HR/126/B-15]