[WASHINGTON] Pembentukan sebuah panel beranggotakan sejumlah pemimpin Afrika, yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan, untuk mengatasi krisis politik di Kenya yang semakin memburuk, disambut hangat sejumlah negara. Amerika Serikat pada Kamis (10/1) menyambut baik penunjukan panel para pemimpin Afrika, yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan, untuk mengambil alih upaya-upaya mediasi guna melepaskan Kenya dari kekacauan politik.
"Kami menghargai upaya-upaya Uni Afrika untuk membantu mengupayakan dan menghasilkan resolusi guna menyelesaikan perbedaan-perbedaan politik di antara pihak-pihak yang berseteru, yang tentu saja mencakupi pula penunjukan Eminent Persons Group (EPG) ini," kata Tom Casey, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, kemarin.
Para pemimpin Kenya yang berseteru, Presiden Mwai Kibaki dan pemimpin oposisi Raila Odinga, sepaka pada hari Kamis untuk bekerja sama dengan panel yang dipimpin Annan guna mengakhiri krisis politik pascapemilihan presiden tanggal 27 Desember lalu yang merenggut korban tewas ratusan warga Kenya, ungkap Ketua Uni Afrika John Kufuor yang juga menjabat sebagai Presiden Ghana.
"Apa yang terlihat saat ini adalah bagian upaya internasional yang lebih luas untuk sekali lagi mengupayakan dan mendorong kompromi politik serta penyelesaian perbedaan-perbedaan di antara dua belah pihak," kata Kufuor.
Pengumuman pembentukan EPG disampaikan oleh Kufuor di Nairobi sebelum ia kembali ke Ghana kemarin, menyusul kandasnya perundingan-perundingan yang dimediasi Uni Afrika.
Dukungan PBB dan Inggris
Gagasan pembentukan EPG yang dipimpin Kofi Annan juga disambut hangat oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Pemerintah Inggris. Ban menyuarakan dukungan kuat terhadap upaya-upaya yang akan dilakukan mantan Sekjen PBB itu untuk penyelesaian krisis politik di Kenya, yang dipicu dugaan pelanggaran dalam pemilihan presiden tanggal 27 Desember, demikian ungkap Juru Bicara PBB, Marie Okabe, di New York, Kamis (10/1).
Okabe mengatakan, Ban telah berbicara kepada Annan lewat telepon pada hari Kamis dan menyuarakan "dukungan kuat" terhadap misi dia di Kenya.
Dari London dilaporkan, Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband menyampaikan "dukungan penuh" atas keputusan dilibatkannya mantan Sekjen PBB Kofi Annan dalam upaya membantu penyelesaian krisis di Kenya. Miliband juga menggarisbawahi perlunya dilakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran-pelanggaran pemilihan presiden di Kenya yang menewaskan ratusan warga menyusul percekcokan akibat dugaan kecurangan perhitungan suara. Miliband juga mendesak para pemimpin di Kenya untuk memulai "proses rekonsiliasi yang sejati".
Pernyataan Miliband disampaikan setelah Ketua Uni Afrika sekaligus Presiden Ghana John Kufuor mengatakan, Kibaki dan Odinga sepakat bekerja sama dengan EPG di bawah pimpinan Kofi Annan, yang juga berasal dari Ghana. "Kerajaan Inggris memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya ini," kata Miliband. [AFP/E-9]