SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Didit Majalolo

Petugas menyiapkan kemasan beras miskin (raskin) di kantor Bulog Divisi Regional Jakarta Timur, Rabu (9/1). Hari Perum Bulog melucurkan program Raskin Nasional 2008 sebanyak 1,91 ton dengan alokasi 10 kilogram tiap rumah tangga miskin per bulan selama 10 bulan di 33 provinsi dengan harga Rp 1.600 perkilogram.

Raskin Mulai Disalurkan

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie didampingi Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar, Rabu (9/1) meluncurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) tahun 2008 di Jakarta. Peluncuran perdana dilakukan serentak di seluruh provinsi dengan jumlah raskin yang disalurkan sebanyak 191.000 ton per bulan.

Menurut Aburizal, tahun ini, jumlah rumah tangga penerima raskin sebanyak 19,1 juta RTM (rumah tangga miskin) atau naik 20,8 persen dari tahun lalu yang mencapai 15,8 juta RTM. Sementara jumlah subsidi yang diberikan untuk Raskin tahun ini naik menjadi Rp 6,3 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 6,2 triliun. Sementara pada tahun 2005 subsidinya sebanyak Rp 4,65 triliun, kemudian menjadi Rp 5,7 triliun pada 2006. Dalam peluncuran Raskin 2008 itu juga dilakukan telekonferensi dengan sejumlah Kepala Divre Bulog dan Pemda yakni Papua, NTB, Sulteng, Yogyakarta dan Sumut.

Selain itu terjadi kenaikan harga jual raskin menjadi Rp 1.600 per kilogram dengan jatah untuk setiap RTM sebanyak 10 kilogram. Aburizal mengatakan, kenaikan harga raskin dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.600 dikarenakan keinginan pemerintah untuk memperluas obyek penerima raskin. [L-11]

SP/YC Kurniantoro

Uang Rusak

Petugas menunjukkan uang yang rusak akibat terbakar yang dikembalikan dari peredaran di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (9/1). Uang rusak yang masih dapat diterima BI adalah uang yang bagian kerusakannya tidak mencapai 50 persen. Dalam sehari BI menerima uang lusuh, rusak, atau uang yang tak layak edar sekitar Rp 100 juta.

SP/Alex Suban

Pertamina Akan Tambah Volume Minyak Tanah

Warga antre mendapatkan minyak tanah di pangkalan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (10/1). Dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (9/1), Deputi Pemasaran Pertamina, Hanung Budya menyatakan, PT Pertamina (Persero) akan menambah volume minyak tanah bersubsidi dalam operasi pasar di sejumlah wilayah Jabodetabek yang mengalami kelangkaan komoditas tersebut.


Last modified: 10/1/08