[JAKARTA] Bisnis otomotif, yang diprediksi makin bergairah pada 2008, membuat perusahaan pembiayaan dan diler kendaraan bermotor berlomba meningkatkan modal kerja dan melakukan ekspansi usaha.
Terhitung mulai Januari hingga Februari 2008, dua perusahaan akan menawarkan saham dan obligasi (surat utang) kepada publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penawaran saham dan obligasi tersebut, akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha.
Pada akhir Januari 2008, PT Wahanaartha Harsaka (Wahanaartha), diler sepeda motor Honda, akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 590 juta (29,5 persen) saham. Sedangkan pada pertengahan Februari 2008, PT Tunas Financindo Sarana (Tunas Finance), perusahaan jasa pembiayaan konsumen terutama kendaraan bermotor, akan menawarkan obligasi V sebesar Rp 750 miliar kepada publik.
Menurut Direktur Utama PT Wahanaartha, Robbyanto Budiman, pihaknya berharap, pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) akan diperoleh 17 Januari 2007, sehingga saham perusahaan dapat dicatat di BEI paling lambat 31 Januari 2007. "Kami menargetkan, perolehan dana IPO mencapai Rp 135 miliar hingga Rp 150 miliar. Seluruh dana ini akan digunakan untuk menyuntikkan modal ke anak perusahaan dan ekspansi usaha," kata Robbyanto, dalam jumpa perd di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (9/1).
Tambah Armada
Menurut dia, dana hasil IPO akan digunakan untuk pertambahan armada yang tumbuh 35 persen per tahun, menambah modal di usaha motor rental, membiayai motor bekas, pertambahan outlet hingga 70 gerai hingga 2012, dan rencana ekspansi. Saat ini, PT Wahanartha baru memiliki 18 outlet.
Robbyanto mengungkapkan, ekspansi dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain prospek bisnis otomotif yang diperkirakan makin bergairah di tahun ini. Kinerja industri sepeda motor nasional pada 2008 diprediksi mencapai 5,2 juta sampai 5,3 juta unit, atau tumbuh 10 persen dibandingkan perkiraan realisasi 2007, yang sebesar 4,8 juta unit.
Terkait dengan itu, PT Wahanaartha yang bergerak di bidang distribusi, ritel, penyewaan dan pembiayaan sepeda motor, akan melakukan ekspansi ke hulu dan hilir, antara lain dengan mendirikan pabrik komponen dan asuransi sepeda motor. Ekspansi ke pabrik komponen sepeda motor sangat menjanjikan karena produsen sepeda motor, seperti Astra Honda Motor, masih mengandalkan vendor untuk menyuplai komponennya, baik untuk produksi maupun suku cadang.
"Setiap satu unit motor, komponennya sekitar 170. Astra saja tidak mengerjakan seluruh produksi komponennya, melainkan melibatkan subvendor. Ke depan, kami akan berkecimpung di komponen untuk menyuplai pabrik otomotid dan after sales," ujar Robbyanto. [J-9]