[JAKARTA] Investasi lahan (land banking) selama ribuan tahun sudah terbukti sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan yang signifikan bagi pemilik uang. Hal itu bukan saja dirasakan oleh pengembang, tetapi juga investor perorangan, yang menginvestasikankan dana mereka pada lahan.
"Dengan konsep menananam modal pada lahan yang besar dan belum terjamah, lalu dibagi ke dalam bentuk ukuran yang kecil (sekitar 50 m2) akan mempermudah bagi semua investor dalam berinvestasi dengan harga yang terjangkau. Ini yang kami terapkan dalam land banking di beberapa negara," kata Simon Beh, CEO Singapore Land International Asia, pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/1).
Singapore Land International membuka kantor cabang di Jakarta Indonesia, sejak akhir tahun lalu. Land International sebelumnya telah mempunyai beberapa cabang di beberapa negara, antara lain Malaysia, Hong Kong, Thailand, Brunei, dan Beijing. Land International memberikan pelayanan berinvestasi dengan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar, menggunakan modal dasar yang terjangkau dan tentunya dengan risiko yang sangat kecil.
"Indonesia akan menjadi negara yang sangat menjanjikan untuk dapat menjadi wakil terbaik bagi Asia Pacific sebagai pasar yang sangat berpotensi. Land International memberikan warna, variasi, dan kesempatan kepada para investor di Indonesia untuk merasakan keberhasilan dalam berinvestasi di Land Banking, dengan hanya menginvestasikan dananya Rp 100 juta per unit," katanya.
Saat ini, lahan yang ditawarkan adalah lahan Gatwick terletak di area Sussex, London bagian Selatan, yang hanya sekitar lima menit menggunakan kereta bawah tanah dari London menuju ke Aiport Gatwick, yang merupakan Airport kedua terbesar di London. Atau sekitar 30 menit menggunakan transportasi umum menuju ke pusat Kota London.
Luas lahan kurang lebih 25 hektare, yang akan dijual dengan empat tahap. Tahap pertama, terdiri dari 700 unit lahan, yang sekitar 50 persen telah terjual habis. Unit pada tahap berikutnya juga cukup banyak. "Untuk Indonesia, kami targetkan melepas 1.800 unit dengan harga Rp 100 juta/unit. Setiap investor bisa membeli satu unit atau lebih, tanpa dibatasi," kata Jeffrey Kam, Chief Representative and Conuntry Manager Indonesia.
Land International hanya membeli lahan yang merupakan lahan pilihan, dan telah memenuhi kriteria Land Banking. "Kami menahan 20 persen sebagai hak milik Land International dan sisa 80 persen dijual kepada para calon investor. Dengan cara demikian, kami memastikan investasi ini terus bergulir dengan membeli lahan yang baru dari hasil penjualan 80 persen itu," katanya.
Dulu, sangatlah tidak mudah untuk melakukan investasi lahan. Harganya sering tidak terjangkau karena dibutuhkan biaya yang sangat banyak, tetapi Land International memberikan kemudahan tersebut. "Land International dan para pemegang saham/investor hanya tinggal menunggu pada waktu yang tepat untuk menjual kembali lahan tersebut kepada para pengembang property. Kami perkirakanm, keuntungannya bisa mencapai 500-1.000 persen dalam tempo lima sampai tujuh tauun," katanya.
Keuntungan itu diprediksi karena lahan yang diinvestasikan belum punya izin peruntukan, namun peruntukannya sendiri sudah jelas untuk kawasan komersial dan residensial. "Setiap tahun, akan terjadi kenaikan harga lahan, terutama pada 20 tahun terakhir ini. Dengan kenaikan populasi dan pendatang dari seluruh penjuru dunia secara terus-menerus, mengakibatkan kebutuhan akan perumahan/tempat tinggal yang layak menjadi sangat tinggi," katanya. [N-6]