[JAKARTA] Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Pujobroto mengatakan, pesawat Garuda bernomor penerbangan GA823 yang berangkat dari bandara Changi, Singapura, Kamis (10/1) pukul 06.55 waktu setempat, dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta harus kembali ke Changi setelah terbang selama 25 menit karena mengalami tekanan dalam kabin (cabin's air pressure).
"Setelah terbang sekitar 10 menit, pilot pesawat mendengar bunyi bising dari dalam kabin. Karena baru saja terbang, maka pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Changi untuk memeriksa keadaan. Dan ternyata suara bising tersebut dikarenakan adanya tekanan dalam kabin pesawat," katanya, Jumat (11/1).
Saat mengudara, tiba-tiba ada aliran angin dari arah pintu pesawat. Awak kabin dilaporkan mencoba menutupi aliran masuknya angin dengan kain atau selimut, sebelum pesawat diarahkan kembali ke Changi dan tiba dengan selamat. Pesawat yang berpenumpang sekitar 51 orang itu diperiksa dan melalui proses administrasi Bandara Changi.
"Proses pemeriksaan dan administrasi memakan waktu kurang lebih satu jam. Tapi, kita segera memindahkan sebagian penumpang ke penerbangan yang berikutnya, dengan pesawat GA 825 pada pukul 10.00 waktu setempat," katanya.
Menurutnya, kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama Garuda. "Garuda mempunyai jadwal terbang sembilan kali Ke Singapura. Jadi dengan melihat situasi begitu, kami putuskan untuk memindahkan beberapa penumpang," katanya.
[MRS/N-6]