SUARA PEMBARUAN DAILY

Adegan "Kawin Kontrak" Hanya Dipotong Dua Detik

mvp picturesFilm ÒKawin KontrakÓ.

[JAKARTA] Film komedi Kawin Kontrak akhirnya mulai tayang pada 9 Januari 2008. Meskipun tergolong komedi dewasa, film garapan sutradara Ody C Harahap ini lulus sensor setelah satu adegan dipotong dua detik.

Ody mengutarakan hal itu kepada SP ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (8/1) malam. Dia sedang berada di Bangkok, Thailand, ketika mengetahui film itu lulus sensor setelah dipotong dua detik. Meskipun demikian, pemotongan itu pun tidak mengurangi nilai film tersebut.

"Pemotongan hanya dua detik di bagian awal film, adegan ketika Jody (Ricky Harun) memeluk gurunya. Ya, intinya saya cukup senang karena tidak ada bagian berarti yang diambil dari film saya. Itulah cerita yang ingin saya tuangkan," ujarnya.

Cerita film tersebut terinspirasi dari fenomena riil masyarakat yang terjadi di Indonesia, praktik pernikahan yang terikat perjanjian dengan ketentuan waktu atau dikenal dengan istilah kawin kontrak. Fenomena kawin kontrak, ujarnya, booming dan menyita banyak perhatian masyarakat dalam tujuh tahun belakangan ini, karena disebut-sebut "melegalkan" praktik prostitusi.

Tidak tanggung-tanggung, untuk menyempurnakan film bergenre drama komedi remaja pertama garapannya Ody, dia harus membuat riset demi mematangkan ide cerita untuk diangkat ke layar lebar.

Riset dilakukan dengan mewawancarai pelaku kawin kontrak. Jalan terbuka ketika Ody hendak melakukan riset dan menemukan satu dari sekian tim kerjanya memiliki kerabat dekat yang melakukan praktik kawin kontrak. Akhirnya, riset singkat yang memakan tempo satu hari pun dapat dilakukan.

Selain mengendus fenomena kawin kontrak, film yang ditulis Joko Nugroho dan Ody tersebut merupakan buah dari impian masa lalu sang sutradara. Lima hingga tujuh tahun lalu, Ody memiliki hasrat melakukan kawin kontrak.

"Dulu saya berkeinginan melakukan kawin kontrak. Tapi, setelah menimbang untung-ruginya, dosanya dan aturan norma-norma yang ada, impian tersebut urung. Akhirnya, saya tuangkan impian itu dalam film Kawin Kontrak," tutur Ody.

Alhasil film berdurasi sekitar 100 menit yang diproduksi MVP Pictures tersebut siap tayang. Ody berharap, cerita film Kawin Kontrak akan dinikmati masyarakat pencinta film Indonesia lewat adu akting bintang-bintang baru di kancah layar lebar.

Meski wajah-wajah baru mengambil peran besar dengan menjadi pemeran utama, bukan berarti Kawin Kontrak sepi pemain yang sudah dikenal masyarakat, seperti Masayu Anastasia, Mieke Amalia, dan Unang. Mereka ikut meramaikan film yang diproduseri Raam Punjabi tersebut.

Kawin Kontrak dibintangi Dimas Aditya, Dinda Kanyadewi, Ricky Harun, Heri Tjan, Lukman Sardi, dan Wiwid Gunawan. Film ini mengambil lokasi syuting di Cirebon dan Puncak, Jawa Barat dan memakan proses syuting selama 30 hari. Kawin Kontrak akan edar sebanyak 40 kopi dan disebar ke 60 gedung bioskop di seluruh Tanah Air. [CNV/N-4]


Last modified: 9/1/08