[BENGKULU] Meski pascagempa 12 September sudah berlangsung lima bulan, sebagian siswa SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu masih belajar di tenda yang dipasang di halaman sekolah. Bagunan sekolah yang rusak belum diperbaiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muko-Muko, karena dananya belum tersedia.
"Kita upayakan bangunan sekolah yang rusak kita perbaiki pada tahun 2008. Kalaupun tidak semuanya, kita perbaiki bertahap sesuai anggaran yang tersedia. Kasihan dengan siswa sudah terlalu lama belajar di tenda darutat sudah hampir lima bulan," kata Bupati Muko-Muko, Ichwan Yunus kepada SP, di Bengkulu, Minggu (6/1).
Pemkab ingin mempercepat perbaikan bangunan sekolah, tapi karena dana belum ada, terpaksa bangunan itu dibiarkan sementara menunggu bantuan pemerintah pusat.
Untuk mengantisipasi kehujanan dan kepanasan saat para siswa melakukan kegiatan belajar- mengajar, tenda darurat yang dipasang saat awal gempa sudah diganti dengan tenda baru bantuan Bakornas, katanya.
Diharapkan Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) menambah alokasi bantuan dana perbaikan sekolah sehingga ke depan tidak ada lagi siswa di Muko-Muko belajar di tenda.
Kepala Dinas Diknas Kabupaten Muko-Muko, Antoni Sitorus mengatakan, untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak karena gempa di daerah ini dibutuhkan dana sekitar Rp 40 miliar. [143]