SUARA PEMBARUAN DAILY

16 Kecamatan di Banten Rawan Longsor

[SERANG] Sebanyak 16 kecamatan yang tersebar di empat kabupaten/kota di Banten, diidentifikasikan sebagai daerah rawan longsor. Masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut diminta senantiasa waspada selama musim hujan. Demikian dikatakan Kasi Pembinaan Siaga Bencana Dinas Ketertiban (Distrib) Kabupaten Serang, Suparso, di Serang, Minggu (6/1).

Berdasarkan data, 16 kecamatan itu yakni Kecamatan Bojonegara, Cikeusal, Mancak, Gunungsari, dan Ciomas di Kabupaten Serang. Kecamatan Pandeglang, Cadasari, dan Mandalawangi di Kabupaten Pandenglang. Kecamatan Cipanas, Muncang, Cibeber, Lebak Gedong, Wanasalam, dan Bayah di Kabupaten Lebak. Kecamatan Pulomerak dan Purwakarta di Kota Cilegon.

"Kami meminta masyarakat, jika hujan turun, harus selalu waspada baik itu pada siang maupun pada malam. Rumah warga yang terdapat di tebing atau di bawah tebing agar tetap waspada selama musim hujan," katanya.

Untuk banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah memasang alat deteksi bencana di lokasi Bendung Pamarayan, Kecamatan Pamarayan. Alat ini, akan memberikan signal bencana berupa bunyi sirine ketika air Bendung Pamarayan melebihi batas normal.

Dijelaskan, sebagian besar wilayah di Serang, rawan terkena banjir antara lain Kecamatan Pamarayan, Tunjung Teja, Carenang, Cikeusal, Petir, Kragilan, Kibin, Pontang, Tirtayasa, Tanara, dan Kasemen.

"Antisipasi lain yang dilakukan Pemkab Serang adalah membenahi tanggul di sepanjang Sungai Ciujung yang pernah jebol pada saat musibah banjir besar pada 2001. Tanggul baru ini juga dibuat lebih jauh dari bibir sungai. Tanggul yang sering tak mampu menahan air ada di sekitar Desa Ragas, Kecamatan Carenang," katanya.

Sementara itu, Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya mengimbau agar warga waspada, terutama di Wanassalam. Cuaca belum bersahabat karena hujan masih saja turun.

"Kami meminta warga untuk bersiap siaga sebelum datangnya banjir dan longsor. Kami memang sudah siagakan Satlak, namun alangkah baiknya warga sudah siap sebelum datangnya bencana," katanya.

Hal yang sama dilakukan Bupati Pandeglang Ahmad Dimyati Natakusumah. "Bila ada warga yang terkena bencana, segera laporkan ke pemerintah sehingga bisa cepat ditangani," katanya. [149]


Last modified: 7/1/08