SUARA PEMBARUAN DAILY

Meutia Hatta: Perempuan Harus Masuk di Semua Parpol

SP/Ruht Semiono - Meutia Hatta

[MALANG] Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta menyatakan tidak akan pernah mau menjadi ketua partai politik (parpol), terlebih lagi parpol itu semua anggotanya adalah perempuan. Perempuan harus berada di semua parpol dan jangan pernah sekali pun berada di satu payung parpol saja.

Meutia berharap perempuan nantinya mampu meraih posisi sekitar 30 persen dari total jumlah anggota parlemen. Jika perempuan berada di semua parpol dan mampu meraih 30 persen dari total anggota parlemen.

"Itu berarti dapat mewakili aspirasi kaumnya di parlemen, sehingga isu-isu terkait dengan perempuan dapat diantisipasi, termasuk pula soal jabatan publik," ujar Meutia pada bedah buku yang digelar Koperasi Wanita Serba Usaha (KWSU) 'Setia Budi Wanita di Hotel Gadjah Mada, Kota Malang, Jawa Timur Sabtu (5/1) yang dihadiri Wali Kota Malang, Peni Suparto.

Lebih lanjut Menteri mengungkapkan, dia sangat prihatin jika sampai detik ini, jumlah perempuan yang masih buta huruf, justru dua kali lipat dari laki-laki. Sementara itu penghuni planet bumi ini justru dua per tiganya adalah perempuan.

Karena itu, kementerian yang dipimpinnya, kini gencar menggelorakan program kerja yang fokus pada kepentingan kaum perempuan, antara lain menggalakkan pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi. "Untuk program pendidikan sudah jelas guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Pada program kesehatan, otomatis berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM putra-putri kita sejak dalam kandungan. Sedangkan untuk meningkatkan sosial ekonomi keluarga, maka kiprah para kaum perempuan, terutama para ibu-ibu, dapat diwujudkan melalui kegiatan koperasi yang merupakan tiang utama perekonomian rakyat.

Perempuan itu menurut Meutia jangan dianggap sebagai beban, tetapi sebaliknya merupakan potensi yang harus diberdayakan guna mengembangkan perekonomian bangsa. Dikatakan, selama tiga tahun menjabat menteri, dia sudah berkeliling ke daerah-daerah melihat sedemikian besarnya peranan kaum perempuan untuk memajukan perekonomian daerah.

"Di hampir seluruh daerah, saya melihat, roda perekonomian di kawasan itu maju dan berkembang justru karena peran kaum perempuan. Tentunya, kita harus mencintai produk sendiri," ujarnya. [070]


Last modified: 6/1/08