iga pasang calon yang maju dalam Pilkada Tangerang semuanya berjanji akan menyejahterakan masyarakat. Dalam visi dan misi jelas tercatat ketiga pasang calon yakni Ismet Iskandar-Rano Karno, Usamah Hisyam- Habib Ali Alwi Al Husainy dan pasangan Jazuli Juwaini-Airin Rachmi Diany akan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Yang membedakan, ada calon yang membuat terobosan baru untuk mencapai program yang disusun. Tapi ada pula pasangan calon yang tinggal mengambil data di media massa dan menjadi acuan untuk programnya, bukan hasil telaah atau penelitian lapangan si calon, namun hanya berdasarkan data di atas kertas. Sehingga ketika kandidat pasangan Jazuli - Airin mengangkat isu masih banyaknya masyarakat Tangerang makan nasi aking, puluhan camat yang duduk di jajaran birokrat - dalam rapat paripurna penyampaian visi misi di hadapan anggota DPRD Kabupaten Tangerang - langsung bereaksi dan menyebut data itu bohong.
Para camat berang karena mereka mengetahui pemberitaan nasi aking hanya rekayasa sejumlah reporter media elektronik saat meliput banjir pasang di kawasan Kamal Malang Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi yang berbatasan dengan Jakarta Utara. Warga diminta menunjukkan nasi yang tidak habis dimakan. Tidak ada pernyataan langsung dari warga yang menyebut mereka benar makan nasi aking.
Menurut tokoh masyarakat Dadap, Ending Suryadi, pengambilan gambar dijanjikan hanya untuk bohong-bohongan yang ternyata direkayasa sedemikian rupa dengan latar belakang poster gambar seorang calon wakil bupati yang akan maju ke Pilkada menjadi seolah-olah warga kelaparan sehingga terpaksa makan nasi aking.
Demikian pula soal data jalan rusak, sekolah rusak dan sebagainya yang mengacu pada data media massa. Data-data tersebut benar namun sudah tidak valid karena terjadi dua tahun lalu saat sejumlah proyek seperti jalan dan sekolah belum diperbaiki. Ketika data lama itu dimunculkan lagi, menjadi tidak sesuai fakta yang ada sekarang ini.
Dari penyampaian visi misi pasangan calon nomor satu Ismet - Rano yang diusung empat partai besar yakni Golkar, PDI-P, PPP, PAN dan sejumlah partai non parlemen lainnya mengedepankan sejumlah program unggulan. Namun pasangan ini menekankan pembangunan di Kabupaten Tangerang berpijak pada empat pilar yang kukuh yakni, mobilisasi biaya pembangunan yang memadai, kepastian hukum, birokrasi yang efisien dan lingkungan sosial yang nyaman.
Ismet yang juga birokrat karier yang menapak jabatannya dari bawah itu bersama Rano Karno juga menyusun program unggulan yang berbasis kepentingan masyarakat. Adapun program unggulan mereka yakni pengembangan kawasan pantai utara sepanjang Pantai Kosambi, Teluknaga, Pakuaji, di mana di sana akan dilakukan reklamasi pantai seluas 8.000 ha dan di atasnya akan dirancang menjadi kota baru. Di Cituis, Kecamatan Pakuhaji akan dibangun pelabuhan ikan, pelabuhan samudera yang akan diikuti pembangunan industri-industri yang menunjang pengembangan perikanan seperti pabrik pengalengan ikan, tepung ikan dan kegiatan bisnis lain yang dapat menyerap tenaga baru. Pembangunan kota baru telah menarik perhatian sejumlah kalangan investor asing sehingga ke depan menjadi sumber pendapatan baru Kabupaten Tangerang.
Program unggulan lainnya, pembangunan jalan lingkar selatan sehingga bisa membuka wilayah yang selama in relatif terisolasi seperti Panongan, Jambe, Solear, Cisoka dan Tigaraksa.
Kemudian jalan tol Serpong - Balaraja akan mulai direalisasikan sekitar tahun 2009. Manfaatnya jalan tol ini selain mengurangi kemacetan, juga memberikan akses bagi daerah sekitarnya serta memperlancar arus kendaraan kontainer perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tangerang. Pengelolaan jalan tol ini secara teknis akan dilakukan Holding Company yang saham mayoritasnya dipegang pemerintah. Ke depan Holding Company akan menjadi sayap bisnis pemerintah untuk memperbesar pundi- pundi sumber pendapatan pembangunan yang non konvensional.
Program yang menonjol lainnya adalah rencana pembentukan kota Tangerang Selatan yang lebih memungkinkan kegiatan layanan pembangunan berlangsung efektif dan efisien bagi warga yang tinggal di dalamnya.
Tangerang Bersih
Sementara itu pasangan nomor dua, mantan wartawan Usamah Hisyam dan ulama Habib Ali mengedepankan misi kepemimpinan Tangerang bersih, pembangunan Tangerang bersih dan masyarakat Tangerang bersih.
Pasangan ini juga memiliki sasaran dalam pembangunan misalnya terciptanya infrastruktur politik yang kokoh, budaya politik yang partisipasif, terlaksananya otonomi daerah dan tumbuh berkembangnya kultur demokrasi yang santun dan beradab serta kemerdekaan pers yang profesional.
Kemudian terciptanya budaya hukum yang berkeadilan, good government serta masyarakat yang tertib hukum dan terciptanya kesadaran masyarakat terhadap penegakan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.
Pasangan yang didukung Pantai Demokrat (PD) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga membuat program meningkatkan penghasilan dan daya beli masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas kesehatan rakyat miskin, pendidikan rakyat miskin tanpa dibebani biaya sekolah yang mahal dan berkembangnya kawasan permukiman rumah sederhana sehat.
Selain itu, pasangan ini juga akan mengedepankan pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis Koperasi dan UMKM, terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk menyerap angkatan kerja, tumbuh berkembangnya industri pengolahan, industri pertanian, perikanan dan kelautan, pariwisata, perdagangan dan jasa yang kokoh serta terbangunnya infrastruktur pedesaan dengan kualitas yang baik.
Sementara itu, pasangan nomor tiga yakni Jazuli Juwaini dan Airin Rachmi Diany mengedepankan misi mewujudkan Kabupaten Tangerang sehat, cerdas, sejahtera dalam bingkai iman dan taqwa.
Pasangan ini juga mengetengahkan misi membentuk pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan untuk kesejahteraan rakyat dengan cara meningkatkan indeks pembangunan manusia dari menengah ke bawah ke menengah atas, dan beberapa program lainnya. [132]