SUARA PEMBARUAN DAILY

Stok Terbatas, Harga Minyak Tanah Capai Rp 5.000

[JAKARTA] Stok minyak tanah di sejumlah kawasan di Pondok Gede dan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat yang menipis dalam sepekan terakhir, pada Minggu (6/1), kembali stabil. Meskipun demikian, jumlahnya masih terbatas. Kalau pun ada, harganya melambung hingga Rp 5.000 per liter.

Sementara, pada akhir pekan lalu antrean panjang masih terjadi. Seperti di salah satu agen elpiji sekaligus agen minyak tanah di Jalan Raya Kecapi, Jatirahayu, Bekasi. Puluhan ibu dan deretan jeriken minyak tanah memadati lokasi agen tersebut. "Dari pagi macet seperti ini, karena antrean minyak ibu-ibu," tutur seorang supir angkot yang melintas.

Melambungnya harga minyak tanah juga dirasakan warga RT 07 RW 04 Kampung Sawah, Pondok Melati, Bekasi. Tuti (35), salah seorang warga, terpaksa membeli bahan bakar bagi kompor minyaknya tersebut.

"Habis sudah sebulan lebih kompor gas dan elpiji yang dijanjikan juga tak kunjung datang. Padahal uang administrasi sebesar Rp 10.000 telah diberikan ke pengurus RT," ujarnya.

Saat ini harga minyak tanah di lokasi itu mencapai Rp 5.000, bahkan setiap pembeli hanya mendapatkan jatah dua liter saja. Kondisi serupa juga nampak di kawasan Jatirahayu, Pondok Melati. Harlohmani (66), pedagang minyak tanah menuturkan, selama beberapa hari ini memang stok minyak tanah langka. Dia terpaksa mencari hingga ke daerah Bogor. "Saya menjual minyak tanah Rp 5.000 meski harga belinya Rp 3.900, sebab untuk mencarinya saja meski keliling bahkan keluar kota. Pernah juga sampai Sukabumi baru dapat minyak tanah," katanya.

Antrean minyak tanah juga terjadi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin. Ratusan warga berbaris menunggu minyak tanah murah, mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas jalan mengarah ke Senayan, Sudirman, jalan arteri Pondok Indah sampai Permata Hijau.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Winarko mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrean minyak tanah di kawasan tersebut, dengan mengerahkan sejumlah petugas lalu lintas. [ASR/G-5]


Last modified: 7/1/08