SUARA PEMBARUAN DAILY

Halau Bom Bunuh Diri, Tiga Tentara Irak Jadi Martir

AP/Hadi Mizban

Seorang tentara Irak menggendong rekannya yang cedera saat terjadi ledakan bom bunuh diri pada perayaan Hari Angkatan Darat di Baghdad, Irak, Minggu (6/1).

[BAGHDAD] Tiga tentara Irak melakukan tindakan yang berani dan heroik. Tiga tentara itu berhasil mencegah timbulnya korban jiwa yang lebih banyak setelah berhasil menghalau seorang pelaku bom diri meski harus mengorbankan nyawanya.

Peristiwa itu terjadi di Baghdad, Minggu (6/1), di tengah-tengah perayaan Hari Angkatan Darat Irak. Ketiga tentara Irak itu melompat ke arah seorang pria yang mengenakan rompi berisi bahan peledak.

Ledakan tidak bisa dihindari dan tiga tentara bersama delapan orang lainnya tewas. Militer Amerika Serikat memuji pengorbanan tiga tentara itu. Sebab, tanpa keberanian mereka korban jiwa mungkin bisa lebih banyak.

Beberapa saat setelah serangan itu puluhan tentara berkumpul dan mengajak warga Irak untuk bersatu melawan terorisme. Mereka melepaskan tembakan ke udara sebagai penghormatan atas rekan-rekan mereka yang menjadi martir.

Akis bom bunuh diri yang nyaris gagal itu memporakporandakan lokasi ledakan. Sejumlah tentara dan polisi terlihat memapah rekan-rekan mereka yang luka-luka dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.

Korban yang tewas terdiri dari tiga tentara Irak, empat polisi, dan empat warga sipil. Sedikitnya 17 orang lainnya luka-luka. Namun, menurut pernyataan militer AS, korban sipil yang tewas lima orang.

"Para martir itu telah mengorbankan jiwa mereka untuk menyelamatkan nyawa orang lain," ujar Letnan Kolonel Steve Stover, juru bicara militer AS.

Menurun

Sementara itu, di utara Kota Mosul terjadi tiga ledakan dengan sasaran dua gereja. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun empat warga mengalami luka-luka serius. "Kami tidak tahu pesan apa yang ingin disampaikan pelaku," ujar seorang pastor.

Serangan pertama terjadi di depan Gereja Katolik Chaldean. Sebuah mobil yang diparkir tiba-tiba meledak. Namun, tidak ada korban dalam insiden itu.

Sekitar 30 menit kemudian, sebuah mobil meledak di tempat parkir Gereja Kristen Assyria. Gedung gereja rusak parah akibat ledakan itu dan empat warga yang tengah melintas depan gereja luka-luka.

Menurut militer AS, kekerasan di Irak dalam enam bulan terakhir sudah turun hingga 60 persen. Meski demikian, anggota kelompok militan Al Qaeda di Irak tetap melancarkan serangan mereka di Baghdad, Anbar, dan Diyala.

Akhir pekan lalu, seorang pria yang diduga kuat sebagai anggota Al Qaeda menyerang sebuah rumah di Kota Khalis, Provinsi Diyala. Rumah itu milik seorang ulama lokal. Ulama itu, bersama 13 keluarganya, diculik.

Sehari sebelumnya, di provinsi yang sama, seorang tentara AS tewas saat terjadi ledakan bom di pinggir jalan. Sedangkan dalam insiden lain, dua tentara AS juga tewas dalam ledakan bom pinggir jalan. [AP/O-1]


Last modified: 7/1/08