[DUBAI] Adam Gadahn, warga Amerika Serikat (AS)yang menjadi anggota Al Qaeda, menyerukan para militan Islam untuk melancarkan serangan bom terhadap Presiden George W Bush dalam kunjungannya ke Timur Tengah pekan ini. Seruan tersebut disampaikan melalui pesan yang dipublikasikan di sebuah situs internet, Minggu (6/1).
"Bush seharusnya disambut tidak dengan bunga dan tepuk tangan, tetapi dengan serangan bom dan bom mobil," kata Adam Gadahn, warga AS yang menjadi mualaf. Gadahn didakwa melakukan pengkhianatan oleh seorang juri AS. Pesan video tersebut adalah peringatan Al Qaeda yang pertama pada 2008 dan menyusul sebuah pesan sebelumnya yang disampaikan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, pada 30 Desember.
Dalam pesan itu, Al Qaeda memperingatkan umat Muslim agar menentang pemerintah Irak yang didukung AS. Ia juga menjanjikan "pembebasan Palestina". Ancaman serangan Al Qaeda terhadap Bush itu diabaikan oleh Gedung Putih.
Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, Gordon Johndroe mengatakan kelompok radikal Islam, Al Qaeda, tidak menawarkan apa pun kecuali "kematian dan kekerasan". "Kunjungan Presiden Bush ke Timur Tengah pekan ini bertujuan untuk menawarkan ideologi harapan bagi orang-orang yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik," ungkap Johndroe.
Selain menyerukan ancaman serangan bom terhadap Bush, Gadahn juga merobek-robek paspor AS miliknya dalam video tersebut. Tindakan Gadahn tak urung menyulut reaksi terhina dari Gedung Putih. "Patut dicatat, orang ini diburu karena melakukan pengkhianatan dan dia tidak memerlukan lagi paspornya," kata Johndroe.
Imbalan sebesar US$ 1 juta diberikan bagi orang yang bisa menangkap Gadahn, yang sejak lama diyakini berada di Pakistan. Wajah Gadahn terpampang dalam poster berisi 26 wajah terorisme global yang "paling diburu bersama Osama bin Laden.
Gadahn dilahirkan pada 1978 di California bagian selatan. Ia adalah anak laki-laki seorang musisi rock Yahudi di era 1960-an yang kemudian beralih menjadi penganut Kristen dan menjadi peternak domba di pedesaan.
Gadahn memutuskan menjadi mualaf setelah ia mengikuti aktivitas Islamic Centre of Orange County, California. Di sana, Gadahn diyakini mendapat pengaruh kuat dari dua tokoh radikal Islam yang bukan berasal dari AS. [AFP/E-9]