SUARA PEMBARUAN DAILY

Kepala Intelijen Macan Tamil Tewas

[KOLOMBO] Setelah menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata, militer Sri Lanka terus melancarkan serangan terhadap kelompok pemberontak Macan Tamil. Menurut pihak militer, Minggu (6/1), Kepala Intelijen Macan Tamil, Kolonel Charles tewas dalam sebuah serangan.

Dikatakan, Charles tewas dalam serangan yang dilakukan di Mannar, utara Sri Lanka akhir pekan lalu. Serangan militer itu juga menyebabkan 34 anggota pemberontak Macan Tamil tewas. Selain itu, seorang tentara juga tewas dan 11 lainnya luka-luka.

Pihak Macan Tamil belum mengeluarkan pernyataan resmi seputar kematian salah satu pemimpin mereka. Namun, situs berita yang propemberontak, www.tamilnet.com mengatakan Charles terbunuh akibat bom yang dipasang oleh tentara Sri Lanka di pinggir jalan wilayah Tamil.

"Sudah dipastikan Kepala Intelijen Macan Tamil terbunuh dalam insiden itu," ujar Juru Bicara Militer Sri Lanka Brigadir Udaya Nanayakkara.

Serangan gencar yang dilontarkan militer terhadap pemberontak sudah dikhawatirkan sejumlah pengamat setelah militer menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai Norwegia. Menurut pengamat, kondisi seperti itu akan terus terjadi dan menimbulkan semakin banyak korban, baik dari pihak tentara Sri Lanka maupun pemberontak Tamil.

Meninggalkan

Sementara itu, para pengawas gencatan senjata dari Norwegia yang merupakan mediator kedua pihak yang bertikai, tengah bersiap meninggalkan Sri Lanka. Mereka mengakhiri 6 tahun misi di Sri Lanka.

Selain mediator dari Norwegia, mantan Ketua Sekretaris Perdamaian Sri Lanka Jayantha Dhanapala berhenti menjadi penasihat senior Rajapaksa karena alasan pribadi. Dhanapala pernah bersaing dengan mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Ban Ki-Moon untuk duduk sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Beberapa pendapat mengatakan Dhanapala cenderung menjaga jarak dengan Rajapaksa ketika pencabutan gencatan senjata dengan Tamil resmi ditetapkan. [Rtr/AMT/O-1]


Last modified: 7/1/08