![]()
AP/Elise Amendola
Bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Senator Hillary Clinton, berdiri di atas kotak saat berbicara dengan pendukungnya di Manchester, New Hampshire, Amerika Serikat, Minggu (6/1). Hillary ditemani putrinya Chelsea (kanan).
[NEW HAMPSHIRE] Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton, dalam kampanye Minggu (6/1), memperingatkan bahwa kepiawaian orasi Barack Obama hanya topeng untuk menutupi kekkurang kemampuan pada dirinya. Tetapi, sejumlah jajak pendapat yang digelar baru-baru ini memperlihatkan popularitas Obama mengancam akan mengkandaskan untuk kedua kali impian-impian Hillary menuju Gedung Putih.
Hillary melancarkan perlawanan sengit untuk menghalang-halangi Obama agar tidak meraih kemenangan dalam primary New Hampshire, Selasa (8/1). Obama berhasil mengungguli Hillary dalam Kaukus Iowa, Kamis (3/1), sehingga menjadikan kontes itu sebagai kekalahan menyakitkan bagi mantan Ibu Negara yang sebelumnya senantiasa diunggulkan dalam sejumlah kampanye pendahuluan.
"Ada perbedaan besar antara 'berbicara' dan 'bertindak', antara 'sekedar berjanji' dengan 'merealisasikannya'," ungkap Hillary Clinton, yang akan menorehkan sejarah baru perpolitikan AS dengan menjadi presiden perempuan pertama di negara itu, di depan para pendukungnya.
"Demokrat harus mencalonkan dan memilih seorang yang dapat bertindak dan bukan seorang yang hanya bisa berbicara," ungkap Hillary di depan ribuan pendukung yang memadati gimnasium sebuah sekolah di Manchester, New Hampshire.
Sementara itu, sejumlah jajak pendapat memperlihatkan dukungan terhadap Obama di New Hampshire terus meningkat. Dua jajak pendapat yang digelar terpisah memperlihatkan Obama unggul dua digit atas Hillary, hanya selang dua hari sebelum kontes digelar di New Hampshire, Selasa.
Jajak pendapat yang digelar USA Today/Gallup menempatkan Obama pada posisi unggul 13 poin atas Hillary, Senator dari New York. Sedangkan jajak pendapat CNN/WMUR memperlihatkan Obama mengungguli Hillary sebanyak sepuluh poin.
Jajak pendapat USA Today/Gallup menjaring pendapat dari 778 anggota Partai Demokrat dari New Hampshire. Jajak pendapat digelar dari Jumat (4/1) hingga Minggu (5/1). Jajak pendapat memperlihatkan Obama meraih 41 persen dukungan, sedangkan Hillary hanya meraih 28 persen suara.
Paling Mampu
Juga untuk pertama kali, semakin banyak pemilih di New Hampshire memandang Obama sebagai kandidat dari Partai Demokrat yang paling mampu melindas saingannya dari Partai Republik dalam pertarungan menuju Gedung Putih. Mengacu jajak pendapat CNN/WMUR, Obama meraih 42 persen suara sebagai "kandidat yang paling layak dipilih", mengungguli Hillary yang hanya meraih 31 persen.
"Hasil-hasil dalam Kaukus Iowa telah meyakinkan semakin banyak pemilih di Granite State (New Hampshire) bahwa Obama layak dan dapat benar-benar melaju," ungkap Direktur CNN Polling Keating Holland.
Sedangkan dari sisi Partai Republik, jajak pendapat yang digelar USA Today/Gallup memperlihatkan Senator John McCain berada pada posisi teratas, mengungguli Mitt Romney, dengan perbandingan suara 34 persen berbanding 30 persen. [AFP/AP/E-9]