SUARA PEMBARUAN DAILY

Boeing Catat Rekor Pemesanan Tertinggi

[CHICAGO] Boeing Company pekan lalu mengumumkan bahwa perusahaannya mencatat pemesanan pesawat terbang komersial tertinggi sepanjang tahun 2007. Sejumlah 1.413 pesawat terbang komersial produksi Boeing dipesan berbagai maskapai penerbangan, dan angka ini diperkirakan lebih tinggi dibanding rivalnya, Airbus.

Walaupun ada pesanan yang dibatalkan, menurut penjelasan manajemen Boeing di Chicago, Amerika Serikat, belum lama ini, namun angka itu masih lebih tinggi dibanding tahun 2006 yang hanya sejumlah 1.044 pesawat terbang. Airbus sendiri pesanan tertinggi hanya terjadi pada tahun 2005, yaitu sejumlah 1.055.

Airbus, unit usaha dari kelompok EADS asal Eropa, sampai November tahun 2007 hanya mampu menjual 1.204 pesawat terbang komersial. Namun totalitas penjualan pesawat terbang itu akan dikeluarkan secara resmi oleh Airbus dalam waktu beberapa minggu mendatang.

Kedua produsen pesawat terbang itu tahun lalu merencanakan menjual pesawat terbang lebih dari 2.500 unit. Industri ini pernah mencatat angka tertinggi pesanan pesawat terbang yaitu pada tahun 2005 yaitu sebesar 2.057.

Pengaruhi Pertumbuhan

Melonjaknya pesanan pesawat terbang komersial ini memasuki tahun ketiga, setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Pulihnya kondisi bisnis wisata dan biro perjalanan mendorong juga berbagai produsen pesawat terbang untuk memperbarui dan sekaligus mengembangkan produk-produk mereka.

Selama tiga tahun belakangan ini, baik Boeing maupun Airbus mencatat angka penjualan melebihi 1.800. Yang terburuk tahun 2004 mereka hanya mampu menjual 600 pesawat terbang.

Namun untuk pesanan pesawat terbang Boeing tahun ini, senilai US$ 150 miliar. Sementara pesawat terbang yang sangat digemari adalah Boeing 737, hanya satu selasar.

Kemudian yang berada di posisi kedua, pesawat terbang yang banyak digemari adalah, Dreamliner 787, direncanakan akan mulai terbang beberapa bulan ke depan.

Lonjakan pesanan ini dipelopori oleh negara kaya di Timur Tengah, mempengaruhi pertumbuhan juga bagi maskapai penerbangan di Asia. Sementara maskapai besar dari Eropa dan Amerika Serikat, hanya sedikit sekali berperan.

Para analis untuk sementara tidak melihat pesanan pesawat terbang tahun ini akan mencatat rekor baru. Banyak perusahaan besar sudah lebih dulu memesan pesawat baru, sementara gejolak harga minyak pun memaksa beberapa maskapai penerbangan untuk mengurangi kapasitas penerbangan mereka.

Awal minggu lalu Boeing juga menegaskan bahwa mereka sudah menyerahkan 441 pesawat terbang komersial tahun 2007 . Ini merupakan rekor terbaik dalam kurun waktu enam tahun belakangan ini (naik 11 persen dibanding tahun 2006).

Para analis pun dalam mencermati bisnis pesawat terbang ini, bukan hanya melihat dari sisi jumlah pesanan, tetapi juga jadwal penyerahan. [Rtr/CNBC.Com/E-4]


Last modified: 7/1/08