
isit Indonesia Year 2008 (VIY 2008) yang mulai berlangsung tak luput dari perhatian Puteri Pariwisata 2007, Ika Fiyonda Putri. Ia pun mengaku sedih, karena penyelenggaraan VIY 2008 dihadang bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
"Bencana banjir dan longsor yang terjadi saat ini memang mengancam kesuksesan penyelenggaraan VIY 2008, tapi itu tidak bisa kita hindari dan prediksi. Mau tidak mau kita harus siap menerimanya," kata finalis Puteri Indonesia 2007 dari wilayah pemilihan DKI Jakarta 4 kepada SP baru-baru ini.
Perempuan kelahiran Jakarta pada 15 November 1987 itu mengatakan, untuk menyukseskan penyelenggaraan VIY 2008 pemerintah dan masyarakat harus saling bahu membahu dalam meningkatkan citra positif Indonesia di hadapan dunia internasional.
"Kita harus tetap tenang dalam menghadapi bencana ini dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah ini, sehingga dunia luar dapat melihat bahwa negara Indonesia aman untuk dikunjungi," katanya.
Mahasiswi London School jurusan Mass Communication ini menilai, upaya pemerintah dalam mempromosikan dan meningkatkan citra Indonesia di hadapan masyarakat asing sudah cukup maksimal.
"Bahkan meski dana promosi yang kita miliki cukup minim, tapi saya lihat upaya pemerintah dalam hal ini Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sudah cukup bagus. Pak Menteri Jero Wacik juga sudah berupaya mengajak beberapa pihak untuk turut bekerjasama dalam mempromosikan VIY 2008, termasuk kerjasama dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan sejumlah maskapai lainnya, agar mereka mengecat badan pesawatnya dengan logo VIY 2008," urainya.
Beberapa waktu lalu, Ika turut hadir dan menyaksikan peresmian kerja sama antara Depbudpar dengan Garuda Indonesia dalam hal promosi VIY 2008. Menurut Ika, logo Tahun Kunjungan Indonesia 2008 tersebut dinilai cukup atraktif dan menarik. Pembuatan logo tersebut merupakan salah satu bukti nyata upaya promosi yang telah dilakukan pemerintah.
"Di samping itu, saya juga sudah pernah melihat film yang akan digunakan untuk iklan VIY 2008 di beberapa televisi asing, dan menurut saya film itu sangat bagus, serta benar-benar menggambarkan keindahan dan keragaman daerah serta seni dan budaya Indonesia. Hal itu merupakan bukti pemerintah telah berupaya keras untuk mempromosikan pariwisata kita," tutur putri pertama dari tiga bersaudara, pasang- an Waluyo dan Afni ini.
Pemilik tinggi badan 176 cm dan berat 54 kg tersebut mengatakan, dengan dana promosi yang begitu minim, VIY 2008 akan sukses digelar jika seluruh masyarakat Indonesia turut mendukung, termasuk kalangan pejabat, pengusaha maupun artis dan penyanyi yang sedang berkunjung atau bertugas ke luar negeri.
"Setiap orang Indonesia harus punya kesadaran penuh untuk selalu mempromosikan pariwisata Indonesia di mana pun dia berada. Termasuk penyanyi yang sedang menggelar show atau konser di luar negeri, jangan lupa untuk bercerita tentang keindahan negara Indonesia, dan mengingatkan masyarakat asing bahwa Indonesia adalah negara yang tidak hanya indah tapi juga nyaman dan aman untuk dikunjungi," katanya.
Ika pun mengaku beruntung, karena posisinya sebagai Puteri Pariwisata 2007 memungkinkan ia untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia di ajang internasional yang akan ia ikuti.
"Mungkin saya akan dikirim Yayasan Puteri Indonesia untuk mengikuti ajang pemilihan Miss International 2008, atau mewakili Indonesia mengikuti ajang pemilihan Miss International Queen Tourism 2008. Ajang internasional seperti ini merupakan kesempatan besar buat saya dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di hadapan masyarakat asing," tandasnya. [Y-6]