SUARA PEMBARUAN DAILY

Separo Konsumen Indonesia Pilih MPV

Daihatsu Terios.

Toyota Avanza.

Perilaku konsumen kendaraan roda empat di Indonesia sepanjang tahun 2007 tak berubah. Berdasarkan data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), separo konsumen Indonesia tetap memilih kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV) sebagai mobil baru mereka. Masyarakat Indonesia dengan latar belakang kekeluargaan tinggi masih mengidamkan kendaraan berkapasitas banyak.

Hal kedua yang mempengaruhi pilihan konsumen Indonesia saat ini adalah harga kendaraan tidak boleh tinggi dari angka Rp 150 juta. Sedangkan hal ketiga yang mempengaruhi pilihan mayoritas konsumen Indonesia adalah mobil harus irit bahan bakar.

"Kalau ingin sukses di Indonesia, produsen harus memiliki ketiga jurus tersebut untuk memengaruhi konsumen," ujar Ketua Umum Gaikindo, Bambang Trisulo, pekan lalu.

Coba saja amati penjualan mobil sepanjang tahun 2007. Mobil jenis MPV selama 2007 telah terjual hampir mendekati 200 ribu unit atau separo dari total penjualan tahun 2007 yang diperkirakan menembus angka 400 ribu unit.

Berdasarkan data Gaikindo selama 2007, pimpinan klasemen penjualan mobil nasional secara keseluruhan diduduki Toyota Avanza sebanyak 57.566 unit, diikuti Toyota Kijang 31.494 unit dan Daihatsu Xenia di urutan ketiga dengan 26.378 unit. Selanjutnya Suzuki Carry Futura dengan 13.867 unit, Mitsubishi Colt Diesel terjual 13.600 unit, Honda Jazz 11.827 unit, Toyota Yaris 8.539 unit, Suzuki APV 7.623 unit, Isuzu Panther 7.614 unit, Mitsubishi L-300 6.240 unit. Dari deretan angka-angka itu menunjukkan tiga hal yang disebutkan betul-betul memengaruhi pilihan konsumen.

Ditinjau dari sisi harga, Avanza mampu mengalahkan brand Kijang yang sangat kuat selama bertahun-tahun, karena kini Kijang sudah bergeser menjadi mobil mahal. Hanya karena kuatnya brand Kijang ditambah jurus kapasitas penumpang besar saja yang membuat Kijang masih bisa bertahan di posisi kedua. Kini, dengan tiga jurus yang dimilikinya, Avanza merupakan kendaraan paling laris di Indonesia.

Sebagai perbandingan, periode Januari hingga November 2007, Avanza telah terjual sebanyak 57.280 unit atau menguasai 14,5 persen pangsa pasar nasional. Bandingkan dengan Kijang Innova yang membukukan penjualan sebanyak 36.315 unit (9,2 persen) yang dikuntit secara ketat oleh Daihatsu Xenia dengan 26.378 unit.

Sebetulnya, rentang harga antara Avanza dengan Kijang Innova cukup jauh dengan perbedaan harga antara Avanza termahal dengan Innova termurah mendekati Rp 50 juta. Celah kosong inilah yang kemudian dimanfaatkan pendatang baru di segmen MPV yaitu Nissan Livina. Tidak mau kehilangan momen, April 2007 lalu, produsen kendaraan nomor 3 di Jepang ter- sebut meluncurkan Grand Livina.

Hasilnya, Livina mampu mendongkrak penjualan Nissan hingga 230 persen selama semester I 2007 dibanding periode yang sama 2006. Total penjualan Nissan selama periode tersebut mencapai 5.795 unit dan hingga November mencapai 8552 unit. Dari jumlah tersebut, produk MPV menyumbang 70 persen penjualan Nissan.

Namun bisa jadi, bulan madu Nissan Livina tidak akan berlangsung lama. Karena ditahun 2008 ini, Toyota pun akan merilis MPV baru yang harganya di bawah Kijang Innova namun sekelas diatas Avanza. Nissan pun sudah menyiapkan strategi baru agar bisa mengimbangi Toyota. Kabarnya, Nissan akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi Nissan Livina.

Maka dipastikan segmen MPV akan lebih seru pertarungannya, sekaligus membuat segmen ini tetap paling kuat membetot perhatian konsumen Indonesia. Persaingan harga pun akan kian kompetitif dan memberikan banyak keuntungan bagi konsumen.

Sementara itu pertarungan di segmen mini Low MPV juga akan bertambah seru dengan hadirnya beberapa model baru seperti Chevrolet Kalos yang menawarkan teknologi Amerika tapi irit seperti halnya mobil Jepang. Juga ada Nissan Livina versi hatcback. Mereka akan mencari celah diantara pertarungan Honda Jazz yang tahun ini terjual 13.130 unit, Suzuki Swift dengan 8.552 unit, dan Toyota Yaris dengan 8.455 unit. Diluar ketiganya masih ada Suzuki APV yang mampu menjual sebanyak 11.134 unit.

Sementara itu, penjualan jenis segmen low SUV, Daihatsu Terios mendominasi penjualan sebanyak 14.289 unit, disusul Toyota Rush dan Suzuki crossover SX4 sebanyak 3.388 unit. Agaknya di segmen ini, Daihatsu yang merupakan 'adik kandung' Toyota boleh berbangga bisa mengalahkan brand Toyota yang jauh lebih kuat secara global.

Sedangkan di segmen medium SUV, Honda CR-V menguasai penjualan dengan 14.005 unit. Disusul Suzuki Grand Vitara dengan 6743 unit. Toyota Fortuner dan Nissan X-Trail, masing-masing terjual sebanyak 3242 dan 2606 unit. Sementara di segmen SUV 4 wheel drive, Ford Everest mendominasi penjualan sebanyak 535 unit disusul Toyota Fortuner sebanyak 450 unit.

foto-foto:istimewaNissan Gran Livina.

Merajai ASEAN

Dominasi MPV didalam negeri ternyata juga berimbas pada pasar MPV produksi Indonesia di tingkat regional. Saat ini, Indonesia yang memang fokus memproduksi mobil jenis MPV, merajai pasar ASEAN.

"Untuk kawasan ASEAN kita hampir tidak menemui kompetitor, karena ekspor dari Thailand itu hanya fokus di sedan kecil dan pick up," kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika, Departemen Perindustrian Budi Darmadi.

Selain MPV Indonesia juga mengekspor jenis SUV antara lain Daihatsu Terios, Toyota Rush dan Fortuner. Mobil SUV asal Indonesia ini banyak diekspor ke negara di Kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin. Budi menuturkan, SUV asal Indonesia diminati karena bodinya yang tinggi. "Jadi cocok dengan medan yang ada di Timur Tengah dan Amerika Latin," imbuhnya.

Rencananya, Indonesia akan dijadikan basis produksi untuk Toyota Fortuner dan Nissan Grand Livina mulai 2008. "Dengan begitu, kemungkinan merek mobil asal Indonesia yang akan diekspor dalam ben-tuk CBU akan bertambah," papar Budi.

Data Depperin menyebutkan, ekspor CBU asal Indonesia pada 2007 mencapai 45.000 unit atau naik 30 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 31.200 unit. Volume ekspor mobil CBU Indonesia mencapai 10 persen dari total produksi tahun ini yang diperkirakan mencapai 420.000 unit.

Sementara untuk ekspor completely knock down (CKD) set pada 2008 diprediksi naik menjadi 148.000 unit dengan utilisasi 60 persen atau naik dibandingkan 2007 sebesar 128.045 dengan utilisasi 49 persen. Sedangkan ekspor CKD set pada 2006 hanya mencapai 115.000 unit dengan tingkat utilisasi 34 persen. [SP/Setia Lesmana]


Last modified: 4/1/08