SUARA PEMBARUAN DAILY

Mary J Blige

Sisi Tak Sempurna Ratu Hip Hop Soul

aolcdn.comMary J Blige

Di dunia musik, nama Mary J Blige bukanlah nama yang bisa dianggap remeh. Hingga kini, perempuan kelahiran New York 11 Januari 1971 ini telah menyabet beragam penghargaan. Dialah Sang Ratu Hip Hop dan Soul.

Mary J Blige mulai merajai ajang Grammy Awards, Billboard Awards, American Music Awards, MTV Video Music Awards hingga World Music Awards. Tak heran jika ia pun digelari ratu musik R&B, dan diposisikan selevel dengan penyanyi-penyanyi wanita legendaris seperti Chaka Khan atau Aretha Franklin.

Kini, Blige kembali lagi dengan album terbarunya, Growing Pains. Di sini, ia ingin menunjukkan sedikit sisi pribadinya. Sukses dan popularitas tak hanya memberikan kesenangan. Sebaliknya, pasti ada beberapa ganjalan yang membuatnya terinspirasi untuk membuat album terbarunya ini.

"Banyak orang yang bilang, saya begitu sempurna. Padahal, saya sangat jauh dari itu. Karena itu saya mampu mengeluarkan segala sesuatu dalam pikiran saya dan membiarkan masyarakat melihatnya. Sepanjang saya masih menjadi manusia dan tidak sempurna, saya bisa mengatakan saya memiliki kesulitan dalam proses pendewasaan diri. Saya masih melakukan kesalahan. Saya masih akan melakukan banyak hal. Itulah yang berusaha diungkapkan lewat album ini. Growing Pains bercerita tentang upaya untuk tidak mengeluh saat merasakan segala sakit menuju dewasa, melainkan menerima segala rasa sakit yang hadir bersama dengan proses tersebut," tuturnya.

Ya, Blige memang berusaha jujur tentang dirinya sendiri. Di balik statusnya sebagai ratu Hip Hop Soul dengan penjualan album multiplatinum dan sederet penghargaan bergengsi, ia tetaplah manusia dengan beragam cela. Ini membuat Growing Pains menjadi sebuah album yang dewasa, terpoles rapi dan sangat professional dengan deretan lagu-lagu yang berkualitas. Dari sisi vokal, ia kembali menghadirkan talentanya yang memesona, terdengar jelas tanpa harus mengalahkan melodi lagu itu sendiri.

Dari sisi musik, album ini lebih ngepop daripada tujuh album Blige sebelumnya. Fade Away dan Talk to Me misalnya. Di sini, ia menghadirkan nuansa pop 1980-an serta permainan gitar dan kibor. Sementara unsur musik soul, yang merupakan akar musik Blige, tetap tak ditinggalkan. Untuk yang ingin bergoyang, bisa mendengarkan Just Fine, hit single andalan album ini, serta Work That atau Till the Morning.

Kehidupan Pribadi

Lantas, dimanakah sisi personal seorang diva? Dengan cukup lugas, Blige menceritakan apa yang ada dalam benak dan pikirannya ke dalam beberapa tembang. Just Fine, misalnya. Lagu bertempo cepat dan bernada ceria itu mengisahkan kehidupan pribadi Blige sehari-hari, kala ia menghadapi hari yang indah, dan bagaimana ia mengatasi hari-hari buruknya.

"Saya bisa mengalami 30 hingga 40 hari buruk. Saya juga bisa mengalami hari buruk sebanyak orang lain. Namun saya memilih untuk bilang, 'Saya tidak apa-apa.' Tidak masalah jika kau mengalami hari buruk dalam hidupmu. Daripada saya berbuat sesuatu yang menyebalkan dan merugikan orang lain, lebih baik saya bersikap positif dan berkata, 'Tahu enggak? It's OK. Nikmati saja hari ini jika kau mengalami hari yang indah,'" tuturnya.

Sikap optimis yang coba ditularkannya lewat lagu tersebut pun menuai kritik positif. Bahkan, Just Fine mampu bercokol dalam deretan 100 lagu terbaik selama 2007 versi majalah Rolling Stones. Album Growing Pains pun mampu terjual sebanyak 629 ribu kopi pada pekan pertamanya berada di toko kaset. Album itu juga sukses menduduki posisi kedua dalam tangga lagu Billboard, hanya berhasil dikalahkan oleh album Noel milik Josh Groban.

Tiga belas tahun telah berlalu dalam perjalanan karier Blige. Dengan prestasi dan kesuksesan yang berhasil diraihnya, ia pun kini mencoba membuka diri kepada para penggemarnya. Berbagi pengalaman, seraya menularkan sikap positif untuk ditiru. Good job, girl! [SP/Irawati Diah Astuti]


Last modified: 4/1/08