
Film : American Gangster
Sutradara : Ridley Scott
Pemain : Denzel Washington, Russell Crowe, Chiwetel Ejiofor, Josh Brolin, Lymari Nadal, Ted Levine, dan Roger Guenveur Smith.
Skenario : Steven Zaillian dan Mark Jacobson
Genre : Drama/Aksi
Produksi : Universal Pictures
Jalan hidup Frank Lucas, mafia hitam Amerika boleh jadi kisah menarik. Ia berhasil menguasai perdagangan heroin di Amerika Serikat awal dekade 70-an. Di layar lebar, biografi Lucas menjadi legenda gangster Amerika.
erkat kepiawaian berbisnis, Lucas mendapat pasokan heroin langsung dari sumbernya. Barang haram itu diselundupkan dalam peti mati prajurit yang tewas di Perang Vietnam. Film American Gangster memang "menghibur", namun tidak semua sepakat untuk menyamakannya dengan pamor trilogi The Godfather.
American Gangster yang dibintangi Denzel Washington dan Russell Crowe diangkat dari kisah nyata yang ditulis dalam novel American Gangster karya Max Allan Collins. Buku itu sempat best seller di Amerika Serikat, karena banyak memberikan inspirasi bagi kulit hitam di sana. Frank Lucas memiliki cara-cara tersendiri mengatasi kebobrokan masyarakatnya. Namun sayang, di tangan sutradara Ridley Scott pandangan-pandangan Frank Lucas kurang diangkat maksimal.
Frank Lucas (Denzel Washington) adalah seorang mafia sukses yang merintis bisnisnya dari nol. Awalnya ia hanya sopir Bumpy Johnson, seorang mafia yang menguasai Harlem. Selama 15 tahun, ia menjadi sopir dan pengawal pribadi, Frank pun belajar banyak. Saat sang bos tewas, Frank memutuskan untuk membangun bisnisnya sendiri.
Perlahan, namun pasti, Frank menancapkan kuku dalam persaingan mafia di New York. Untuk menguasai perdagangan heroin, ia berusaha mendapatkan pasokan langsung dari sumbernya. Frank mengontak sahabat yang bertugas di Vietnam. Tidak tanggung-tanggung, di Vietnam, Frank mendatangi langsung kebun opium.
Dengan cara itulah, Frank mampu menguasai pasar di New York. Harga murah, kualitas nomor satu. Namun hal itu tidak lepas dari pengamatan polisi. Richie Roberts (Russell Crowe) mencium adanya modus baru dalam perdagangan heroin di kotanya. Dengan insting investigasi yang tinggi, ia coba menelusuri keganjilan itu.
Richie adalah tipikal polisi Amerika Serikat pada zamannya. Ia memiliki loyalitas yang tinggi. Meskipun rumah tangganya diambang kehancuran, hidup Richie diserahkan untuk profesi. Bahkan ketika mendapat barang bukti uang US$ 900.000, ia serahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian. Padahal dengan mudah ia bisa mengambil atau menyimpan sebagian.
Dedikasi inilah yang kemudian menyebabkan Richie dibenci oleh rekan-rekan sejawat. Bahkan ia pun berselisih dengan partnernya. Saat itu, budaya korup di Kepolisian Amerika Serikat memang sedang mewabah. Situasi itu pun dimanfaatkan Frank untuk membangun bisnisnya.
"Sejak umur 10 tahun, saya sudah membayar polisi," ujar Frank kepada banyak koleganya.
Sosok Frank sama dengan karakter mafia cukup stereotipe. Keras kepada musuh, dingin saat mencabut nyawa, tetapi lembut kepada saudara sedarah. Pada tampilan luar, Frank digambarkan sebagai orang yang dermawan. Setiap minggu, ia mengajak seluruh keluarga ke gereja. Sebagian kekayaan Frank dibagi-bagikan kepada kaum papa. Keluarga Frank yang tinggal di lingkungan miskin pun diboyong ke rumah besarnya yang mewah. Saudara-saudara Frank pun diajak menjadi distributor blue magic (heroin produk Frank,Red) di berbagai kota. Frank pun menikahi Eva (Lymari Nadal), seorang putri kecantikan dari Puerto Rico. Saat itu, Frank menjadi mafia berkulit hitam yang mampu menyaingi keluarga-keluarga mafia lainnya.
Denzel Washington yang pernah mendapatkan dua piala Oscar memang pas sekali memerankan karakter Frank. Dengan raut muka dingin, ia bisa menembak mati musuh di tengah kerumunan. Di sisi lain, ia menjadi orang yang hangat untuk keluarga dan istrinya.
Russell Crowe pun tidak kalah ciamiknya dengan Denzel Washington. Menyaksikan duet mereka dalam film ini, penonton boleh berdecak kagum. Apalagi kedua Crowe dan Washington berada dalam satu scene pada beberapa adegan. Seperti misalnya ketika Detektif Richie mempersuasi Frank Lucas untuk bekerja sama membongkar korupsi di kepolisian dan militer terkait penjualan narkotika itu.

Tuntaskan Kisah
Sayang film ini tidak dibuat berseri seperti trilogi The Godfather. Dengan durasi 157 menit, film ini harus menuntaskan kisah perjalanan seorang Frank Lucas. Akibatnya ada banyak visi seorang Frank yang tidak termuat dalam film ini. Seperti obsesi membangun kesetaraan kulit hitam yang pernah diutarakan mantan bosnya dulu.
Adegan-adegan aksi dalam film ini pun terpaksa harus diminimalisasi agar kisah perjalanan hidup Frank Lucas bisa utuh ditayangkan. Namun film ini tetap menyuguhkan aksi laga gaya mafia dengan cukup baik. Hal ini tidak lain hasil dari tangan dingin sutradara Ridley Scott. Ia terkenal mumpuni menangani film-film aksi. Scott sebelumnya menyutradarai Gladiator dan The Blackhawk Down. Ia juga menyutradarai Body Lies yang akan tayang Oktober tahun ini, serta Blood Meridian dan Nottingham yang tayang tahun depan.
American Gangster bertaburan nama-nama beken dalam posisi pentingnya. Tidak hanya Denzel Washington, Russel Crowe dan Ridley Scott, penulis skenario film ini dipercayakan pada Steven Zaillian. Ia adalah pemenang Oscar melalui film Schindler List, selain itu ia juga penulis skenario untuk All the King's Men, The Interpreter, Gangs of New York, dan Hannibal.
Orang-orang terkenal ini bisa jadi jaminan kualitas American Gangster. Apalagi kisah yang disuguhkan sangat menarik. Banyak kritikus di Hollywood yang memprediksi film ini akan unjuk gigi dalam perebutan Oscar nanti. Setidaknya masuk dalam nominasi film terbaik. [SP/Kurniadi]