SUARA PEMBARUAN DAILY

Hadapi Kendala dengan Sikap Profesionalitas

SP/Alex Suban

Para wartawan memotret saat peliputan di Cilegon, beberapa waktu lalu. Makin berkembangnya teknologi fotografi, membuat semakin banyak orang yang menggemari kegiatan potret-memotret

Makin berkembangnya teknologi fotografi, membuat semakin banyak orang yang menggemari kegiatan potret-memotret. Apalagi kini, kamera dan perlengkapan foto, harganya sudah cukup terjangkau. Suatu hal yang membuat peminat fotografi semakin banyak jumlahnya dari tahun ke tahun.

Dari sekian banyak penggemar fotografi itu, ada yang akhirnya menjadikan fotografi sebagai jalan hidup, dan ada juga yang memotret sekadar hobi yang membuatnya lebih bergairah dalam kehidupan ini. Hobi foto itu juga yang mengantarkan Devin Mulyadi dan Antonius Gentur Hendratmoko mendalami fotografi.

Devin (27) yang bekerja sebagai fotografer lepas mengaku, menggemari kegiatan foto sambil mengambil hikmah di balik hobinya. Pria lulusan Universitas Bina Nusantara jurusan manajemen ini lebih tertarik mengambil gambar fashion di studio atau foto yang bersifat urban dan mengandung human interest.

Acara kumpul-kumpul penggemar fotografi turut jadi alasan bagi Devin untuk tetap menggeluti kegemarannya. Dari acara tersebut, wawasan Devin bisa bertambah luas, pembekalan ilmu juga didapat dari fotografer senior. Sedikit bergurau, Devin mengatakan fotografi bidang fashion bisa membuatnya kenal lebih banyak wanita cantik.

Lain Devin, lain lagi alasan ketertarikan Gentur (28) dalam menggemari dunia fotografi. Dia menggemari fotografi karena dia percaya foto bisa "berbicara". Melalui foto, dia ingin bercerita tentang pesan di balik foto itu sendiri kepada para penikmatnya.

Pria lulusan Institut Kesenian Jakarta jurusan desain grafis ini menuturkan, foto yang tidak bisa "bicara" apa-apa tidak mengandung human interest.

Gentur bangga bila hasil karya jepretan kameranya berisi pesan yang dapat dinikmati orang lain. Gentur tertarik menggali lebih dalam foto manusia terutama berwana hitam putih. Walaupun tuntutan pekerjaan sebagai graphic designer di agensi iklan menciptakan ciri khas warna hangat di hampir setiap karyanya, Gentur tetap memiliki idealisme mengangkat fotografi hitam putih. Gentur menilai, foto hitam putih memberikan tantangan tersendiri menciptakan ekspresi objek.

Kedua pemotret itu mengaku, sering menghadapi kendala cukup berarti dalam pemotretan. Bagi fotografer semi profesional seperti Devin dan Gentur, kendala di lapangan harus dihadapi layaknya fotografer profesional.

Mereka berusaha menempatkan diri sebagai seorang fotografer yang pantang putus asa dalam menghasilkan foto-foto terbaik. Keduanya berusaha menghadapi kendala dengan sikap profesionalitas fotografer.

Diakui keduanya, pembekalan diri melalui sekolah fotografi dan pengalaman akan mengasah nalar pengambilan gambar. Namun di luar itu, seperti dikatakan Devin, dia terus menggali kemampuan di setiap kendala yang menghadangnya.

Devin berusaha berpikir cepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi, misalnya kendala saat pemotretan di luar ruangan, yang cahaya dan cuacanya kurang mendukung.

Gentur tidak jauh berbeda dengan Devin dalam menghadapi kendala di lapangan. Cahaya dan konsep yang ingin ditawarkan tetap menjadi kendala terkuat dalam pemotretan yang dilakukannya.

Walaupun demikian cuaca bagus dengan cahaya mendukung tak menjamin konsep bisa menghasilkan karya indah. Baginya, yang penting memaksimalkan kemampuan kamera dan dirinya sebagai fotografer sehingga dapat memotret pada saat yang tepat.

Baik Devin maupun Gentur menganggap momen tepat pengambilan gambar dapat diasah dari pengalaman terjun ke lapangan. Pengalaman merupakan guru paling berharga bagi mereka berdua. Gentur menuturkan, "Momen datang karena kebiasaan. Pepatah mengatakan, orang bisa karena biasa."

Sementara itu, Devin menambahkan, sebagai seorang fogorafer, kunci untuk maju adalah jangan cepat puas dan tetap menerima masukan maupun kritik orang lain.

Lewat cara itu, ditambah dengan pengalaman semakin sering memotret dan mempelajari karya foto orang lain, dirinya yakin dapat semakin mengasah kemampuannya sebagai seorang fotografer. [HST/B-8]


Last modified: 4/1/08