siapa yang lewat barusan?
ketika itu orang-orang belum tidur pulas,
masih menghitung sederetan nama
yang retak di atas bebatuan
rupanya wajah sendiri telah dilupakan lantaran pengharapannya
sebagai pemenang dalam taruhan semalam sudah pupus
akh barangkali dia yang telah merebut bulan dan menelannya pelan-pelan
ya, siapa yang lewat barusan?
terlalu banyak telapak menyerupai lingkaran waktu
menggoreskan prahara cinta di kening matahari
dan melahirkan anak cucu baru dimulai dari nol dan berakhir ke nol berikutnya
menjadi rutinitas yang tak pernah usai
siapa? ya, siapa yang lewat barusan?
orang-orang masih bersimpuh pada sungai-sungai yang mengalirkan
cerita muasal batu
mencatat partiturnya untuk sebuah muara
tapi tak ada panggilan bagi pengembara yang tersesat
mungkin dia yang telah memutar arah jarum jam ke pusaran beliung waktu
lantas siapa yang lewat barusan?
perahu-perahu telah bergoyang pertanda siap berebut bendera ke tengah laut
tapi nakoda masih sibuk mencari tiang-tiang untuk membentangkan layar
rupanya dia yang telah merompaknya dan menebarkan dendam kesumat camar
batang' 2007
apa matamu tidak ngantuk?
semalam kau tidak tidur
padahal sudah kukatakan padamu tak baik terus-menerus memelihara gundah
tapi kau bahkan menyemainya dari tampah satu ke tampah lain dan memberi
nama baru kepada setiap yang lahir
kau menulisnya pada buku kumpulan mantra-mantra
begitu sakral kau keluar-masuk kamar kesadaranmu
subuh tak akan kembali menjadi subuh lantaran matahari telah membuka kelir
yang sama sekali baru
tinggal kau sendiri mau memungutnya atau lagi-lagi berpihak pada ketidakpastian
kerut dahimu tak bisa meleleh oleh bintang-bintang semalam, yang dengan mata
jalang mengawasi perputaran jarum jam
kau telah terlanjur meniti putaran waktu lain pada poros yang bernama ragu dan
jarum-jarumnya bernama jemu
sekarang matahari sudah menabuh genderang
jangan biarkan tanganmu sembunyi menghadapi perang!
sebab menang dan kalah hanya sebagian yang terpenggal dari rasa takut dan
kengerian
yang bakal kaudapati sesungguhnya adalah bagaimana cara mempreteli dusta pada
setiap jari-jemarimu
maka belajarlah bagaimana cara matahari meliuk-liukkan jemarinya memainkan
partitur genderang itu
batang '2007
Rapuh
setiap jalan di kotamu telah diterangi oleh lampu yang menyala dengan warna
abu-abu
sedang bulan menampakkan wajah pipih seperti daun yang layu
kulihat banyak orang menangis sepanjang malam menyesali peta yang tak pernah
selesai mereka anyam
kubaca penanggalan, masih jauh sungai-sungai waktu yang harus kulewati
sedang bendera yang melilit di keningmu sudah
tercabik-cabik
apakah mungkin kau masih mampu berteriak 'tidak' untuk sebuah pilihan yang
tak memberi peluang membunuh kedengkian?
kota semakin jadi abu-abu untuk sekadar menjadi penunggu lintasan mulai
kian menipis dan menerawang
bagian tubuhmu yang paling sensual pun tampak lekak-lekuknya
saatnya para pemulung menikmati pemandangan itu dan memungutnya untuk
dirombengkan
di kota ini begitu banyak daur ulang dari keyakinan yang rapuh
menumpuk di rumah-rumah kumuh lantas dikemas kembali dengan berbagai
warna-warni dan dikirim ke mal
kau sendiri lebih tertarik untuk menjadi penjaja sekaligus penunggu etalase
dengan tangkasnya bibirmu yang abu-abu itu mengurai dendam, memasung
keteguhan dan meyakinkan pameo baru
"sementara bimbang, sementara senang"
batang, 2007
menunggu sesuatu, di sebuah sore yang hampir gelap
mirip sebuah cerita kemurungan dengan langit warna abu-abu
melilitkan butir-butir salju ke leherku
sepertinya membukakan pintu kulkas: masa kanak-kanakku membeku di sana
potongan-potongan puisi yang katamu sekadar
menjadi penghibur
masih tersimpan dalam saku baju kanak-kanakku
belum sempat kubaca kembali huruf-hurufnya yang dulu berpijar
di depan mataku manakala ibuku menyuruhku
memasukkan ujung benang
ke lubang jarum waktu
baling-baling kipas angin masih berputar
menggumamkan putaran zaman yang tak henti-hentinya menampar-namparkan
ke wajahku dengan sayatan tajam
tubuhku pun terpotong-potong menjadi jutaan
penggalan waktu yang tak mungkin
dapat dipersatukan kembali
saat itu baru kurasakan bahwa malam memang
sangat gelap
dan di sana kau muncul menemukan dendammu!