
alau selama ini gerai kopi internasional asal Amerika Serikat, Starbucks Coffee, seperti namanya lebih dikenal dengan minuman kopi beragam jenis, maka kini gerai tersebut memperkenalkan dua minuman teh menyegarkan.
Menurut Marketing Manager Starbucks Coffee Indonesia, Farah Milda, "Teh telah dinikmati selama berabad-abad di banyak negara di seluruh dunia, karena rasanya yang menyegarkan."
Kini, menurut Farah Milda, Starbucks ingin memperkenalkan kepada para konsumen cara inovatif untuk menikmati teh hitam dan teh herbal pada umumnya. Dipadu dengan susu, jadilah Black Tea and Rooibos Herbal Tea Latter, dua minuman baru dari gerai kopi tersebut. Sebagai pelengkap minum teh tersebut, Starbucks juga menyediakan Skinny Blueberry muffin, yang bisa disantap sebagai penganan yang nyaman di setiap kesempatan.
Seperti disebutkan oleh Farah Milda, pihak Starbucks Coffee memang menyadari bahwa teh telah dikenal sebagai minuman sejak berabad-abad lalu. Dari catatan sejarah yang disampaikan oleh Starbucks Coffee Indonesia, sejarah teh sebagai minuman telah dikenal sejak 2700 tahun Sebelum Masehi, ketika Kaisar kedua Tiongkok, Shen Nung, saat sedang beristirahat di dekat ketel air minum yang sedang dimasak oleh pembantunya, menemukan ada daun teh yang jatuh ke dalam air yang dimasak. Ternyata, setelah diminum, rasanya enak dan menyegarkan.
Pada tahun 400 sampai 600 Masehi, permintaan terhadap teh sebagai minuman kesehatan berkembang luas di Tiongkok, karena itu berkembang jugalah perkebunan-perkebunan teh di mana-mana. Banyak orang yang minum teh menambahkan dengan jahe, air jeruk, dan bumbu rempah-rempah, sebagai penyedap rasanya.
Selanjutnya, pada 792 Masehi, Kaisar Jepang mempersembahkan bubuk teh kepada para biksu Buddha di negaranya. Peristiwa penting lainnya, pada tahun 800 Masehi, Lu Yu menulis buku penting mengenai teh berjudul The Ch'a Ching.
Pada tahun 1484, upacara minum teh diperkenalkan meluas di Jepang, saat negara itu di bawah pemerintah Shogun Yoshimasa. Lalu pada tahun 1589, masyarakat Eropa mulai mengenal minuman teh yang dibawa seorang penulis asal Venesia, Italia, yang berkunjung ke Asia.
Hal itu terus berlanjut, ketika pada 1658 teh menjadi mata dagangan di London. Beberapa tahun kemudian, teh diperkenalkan di Amerika Utara, yang dibawa bangsa Belanda yang berlayar ke sana. Teh kemudian dikembangkan di banyak negara. Di India dan Srilanka, pada 1840 sampai 1850, dikembangkan perkebunan teh secara meluas. Selanjutnya pada 1910, Pulau Sumatra menjadi kawasan perkebunan teh dan sekaligus eksportir teh utama di dunia.
Begitulah minuman teh terus dinikmati sampai sekarang, dan inovasinya terbaru dapat ditemukan di semua gerai Starbucks Coffee Indonesia sejak awal Januari 2008. [B-8]