SUARA PEMBARUAN DAILY

Lifter Putri Belum Raih Tiket Olimpiade

[JAKARTA] Pengurus Besar Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) harus mengirimkan tim putri dengan kekuatan penuh apabila ingin merebut jatah sisa satu tiket untuk lolos ke Olimpiade Jika di bagian putra, empat lifter meraih tiket menuju Beijing, Tiongkok, Agustus mendatang, namun di bagian putri belum satu pun diraih.

Bila tidak menurunkan kekuatan penuh lifter putri dalam ajang kualifikasi Olimpiade, dikhawatirkan lifter putri kesulitan untuk lolos. Hal itu dikemukakan oleh mantan lifter nasional, Hadi Wihardja, di Jakarta, Rabu (2/1) pagi. Dia menyayangkan PABBSI membuang percuma peluang meraih tiket Olimpiade untuk putri pada kejuaraan dunia di Chiang Mai, Thailand tahun lalu. Saat itu, organisasi tertinggi di angkat besi Tanah Air ini malah hanya menurunkan lifter putranya saja. Padahal tiket menuju Olimpiade untuk bagian putri lebih banyak diperebutkan di Thailand ketimbang pada kejuaraan angkat besi di Brasil.

Diakui Hadi, meraih satu tiket dalam kejuaraan kali ini sangat sulit, karena hanya ada satu tiket saja yang diperebutkan oleh beberapa negara yang putrinya belum lolos ke Olimpiade termasuk Indonesia. Berdasarkan peraturan, tiap negara berhak mendapatkan dua tiket di bagian putri. Hampir semua negara telah meloloskan dua putri mereka, tetapi Indonesia, satu tiket pun belum diraih.

Apabila Indonesia gagal merebut tiket di bagian putri, dinilai sama saja dengan menyia-nyiakan potensi di bagian putri untuk mendapatkan medali di Beijing. "Putri lebih berpotensi mendapatkan medali dibandingkan dengan putra, mengapa ke kualifikasi Olimpiade yang dikirim tim putra? Mengapa bukan putri,?" tanya Hadi.

Dia mengaku tidak mengerti kebijakan yang diputuskan oleh PABBSI khususnya mengeni pengiriman tim putri ini. Menurut dia, peluang di bagian putri itu ada di kelas 53 kg. Di kelas itu, dua lifter asal Lampung, asuhan Imron Rosadi, cukup berpeluang besar. "Tetapi apabila PABBSI lebih memilih yang lain, karena tidak senang dengan Imron Rosadi, misalnya, hal itu sangat merugikan Indonesia," tutur Hadi, lifter peraih medali emas SEA Games di era 1980-an ini. [W-6]


Last modified: 3/1/08