[JAKARTA] SEA Games XXIV/2007 telah berakhir pertengahan Desember lalu. Saat ini, Satuan Tugas (Satgas) Pelatihan Nasional (Pelatnas) sedang sibuk membuat laporan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Meski laporan resmi belum diserahkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah, namun Satgas telah mengeluarkan sejumlah usulan untuk persiapan SEA Games XXV/2009. Salah satunya adalah usulan memperbanyak pengiriman atlet putri ke ajang dua tahunan tersebut. Hal itu karena pada SEA Games 2007 lalu, sejumlah atlet putri Indonesia berhasil meraih emas.
"Dari sekitar 56 atlet yang berhasil meraih emas, 28 diantarannya adalah atlet putri. Dan yang hebatnya adalah 18 dari 28 atlet tersebut berasal dari cabang ekstrem," kata Ketua Satgas Pelatnas, Achmad Soetjipto di Jakarta, Rabu (2/1). "Melihat hasil itu maka kedepannya perlu diperbanyak pengiriman atlet putri, terutama dari cabang ekstrem," tambahnya.
Ia menyebut sejumlah cabang ekstrem seperti atletik, balap sepeda, angkat besi, pencak silat, dan karate. Pada cabang-cabang ini, beberapa atlet putri berhasil meraih emas, diantaranya Triyaningsih menyabet dua emas pada cabang atletik. Kemudian ada Uyun Muzizah yang merebut tiga emas dari cabang balap sepeda. Selain itu, ada juga Winarni Tuti dari cabang pencak silat yang meraih satu emas dan Sinta Darmarina yang meraih satu emas pada cabang angkat besi.
Soetjipto mengemukakan prestasi atlet putri pada SEA Games lalu harus menjadi catatan bagi semua pihak guna persiapan SEA Games 2009 mendatang. "Kepada pengurus olahraga, mungkin baiknya kalau lebih banyak lagi direkrut atlet putri. Karena terbukti, mereka telah berhasil di SEA Games lalu," ujarnya.
Pada SEA Games lalu, hanya 180 orang merupakan atlet putri. Jumlah ini tidak mencapai setengah dari total yang dikirim yang mencapai 542 atlet. Selain masukan mengirim lebih banyak atlet putri, masukan lain yang disampaikan Satgas adalah memperbanyak jadwal uji tanding (try out) ke luar negeri. Hal itu mengacu ke try out pada SEA Games lalu yang hanya diberi jatah dua kali.
Menurutnya, jumlah uji coba seperti itu tidak cukup untuk persiapan ke ajang besar seperti SEA Games. "Beberapa uji coba yang lalu belum cukup menunjang untuk kematangan dan peningkatan penampilan atlet. Kedepannya harus lebih banyak lagi sehingga atlet benar-benar siap bertarung di SEA Games," tuturnya.
Ia juga mengatakan kualitas uji coba harus ditingkatkan. [RBW/L-9]