SUARA PEMBARUAN DAILY

Rp 900 Juta untuk Perbaiki Rel yang Tergerus Banjir

Perlintasan rel KA antara Kalitidu-Bojonegoro rusak parah akibat tergerus diterjang banjir. Banjir luapan dari Bengawan Solo membuat rel menggantung karena tanah setinggi dua meter hilang diterjang banjir. Gambar diambil Rabu (2/1) malam. SP/Stefy Thenu

[SEMARANG] PT Kereta Api (KA) menjanjikan 17 titik rel yang rusak parah karena tergerus banjir di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) akan selesai diperbaiki dua hari hingga empat hari ke depan. Perbaikan rel menelan biaya sekitar Rp 800 hingga 900 juta. Saat ini, perbaikan telah mencapai 70 persen.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT KA, Ronny Wahyudi ketika bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Wendy Aritonang dan rombongan direksi PT KA, meninjau lokasi banjir mulai dari Solo, Ngawi, Madiun, Grobogan, Cepu, hingga Bojonegoro, Rabu (2/1).

"Dalam dua atau empat hari lagi, seluruh rel yang rusak parah karena tergerus banjir sudah selesai diperbaiki. Sehingga perjalanan KA bisa kembali normal. Itu pun dengan catatan, hujan deras tidak turun lagi dan tak ada lagi banjir. Kalau banjir seperti kemarin lagi, ya pekerjaan bisa molor," katanya.

Dikatakan, kerusakan terparah terjadi di perlintasan KA antara Kalitidu-Bojonegoro di km 111, 118, 119, 120, 122, 123, dan 124. Banjir luapan Bengawan Solo yang hanya berjarak 500 meter dari lokasi rel, menerjang dan menggerus tanah hingga setinggi dua meter. Akibatnya rel menggantung sepanjang antara 65-70 meter.

Ratusan pekerja dengan bantuan ekskavator terus bekerja siang malam untuk memperbaiki perlintasan tersebut, dengan konstruksi stapling, yakni mengganjal rel yang menggantung dengan bantalan kayu sebelum diuruk dengan pasir, batu, dan kricak.

Langganan Banjir

Menurut Mujiharto (50), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir tahunan. Hanya saja, banjir tahun ini jauh lebih besar. "Banjir kemarin masuk rumah hingga setinggi 1,5 meter, dan arusnya kuat sekali, sehingga rel kereta pun bisa jebol karena tergerus banjir," katanya.

Menurut Rony, laju KA yang melintasi perlintasan itu diperlambat menjadi rata-rata 5 km per jam, dari laju 80 km perj am. "Laju KA akan dievaluasi, dan akan ditingkatkan 10 km, 20 km hingga laju normal 80 km per jam. Itu dilakukan mengingat perlintasan yang masih rawan, karena baru selesai diperbaiki," katanya.

Selain jalur Kalitidu-Bojonegoro, jalur yang rusak akibat banjir adalah Gubug-Kedungjati km 32, Kedungjati-Sedadi km 50, Sedadi-Ngrombo km 54, Gambringan-Jambon km 10, 14, 15, 18, Cepu-Tobo km 91, Tobo-Kalitidu km 104, serta longsor di Gambringan-Solo.

Dari pantauan Rabu malam, di sepanjang Kalitidu-Bojonegoro, sebagian warga yang rumahnya masih tergenang memilih membangun tenda-tenda pengungsian di sepanjang rel KA, termasuk tenda khusus untuk menampung ternak sapi atau kambing milik mereka. Banjir di kawasan itu mulai surut, sehingga sebagian warga sudah kembali ke rumah mereka. [142]


Last modified: 3/1/08