[KUPANG] Kapal Motor Layar (KML) Surya Jaya 01 tenggelam setelah diterpa hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang besar di sekitar perairan Tanjung Bunga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga awak kapal dilaporkan tewas dan tujuh awak berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke arah pantai menggunakan jeriken plastik kosong. Namun, lima awak kapal belum diketahui nasibnya.
Wakil Bupati Flores Timur, Joseph Lagadoni Herin yang dihubungi melalui telepon, Kamis (3/1) pagi mengatakan, tujuh awak kapal yang selamat itu sedang dalam perawatan secara intensif di RSU Larantuka. Me reka mengaku berasal dari Bonerate, Pulau Selayar, Sulawesi Selatan yang telah empat tahun bekerja pada kapal milik Toko Mini Jaya, Kisar, Maluku Tenggara.
Para korban yang selamat, yakni Aminu (54), Rusdin (23), Hajar (21), Armin (23), Tasrin (21), Rapiudin (18) dan Yurdin (21). Lima korban yang belum diketahui nasibnya adalah Diki (nakhoda), Khairudin (Kepala Kamar Mesin), Ane (jurumudi), Maskur (oliman) dan Akho (kelasi). Sedangkan tiga korban tewas, yakni Razid, Yoli dan Muhammad, telah dimakamkan di pekuburan umum Islam di Larantuka.
Terseret Gelombang
Sementara itu, kegembiraan menyambut Tahun Baru, 1 Januari 2008 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tiba-tiba berganti dukacita. Hardiyanti (15) dan Magrifah (14), tewas ditelan gelombang Laut Timor ketika bertamasya bersama rombongan keluarga di pesisir pantai selatan, tepatnya di Pantai Oetune.
Keterangan yang diperoleh SP dari Kadir, salah satu keluarga korban di SoE, Selasa (1/1) petang menyebutkan, rombongan baru saja di pantai tersebut untuk merayakan Tahun Baru. Ketika para lelaki sibuk menurunkan barang-barang bawaan, anak-anak langsung berlarian di pantai tersebut. Tidak ada yang melihat ketika kejadian tragis itu terjadi.
Diduga, dua korban yang masih duduk di bangku SMP Negeri I SoE tersebut terseret ombak laut selatan yang ganas ke tengah laut. Karena sibuk menurunkan barang-barang, tidak ada yang dapat menolong korban ketika terseret ombak ke tengah laut. Semua rombongan kaget ketika ombak menghempaskan jenazah korban ke pantai.
Tragedi tersebut membuat rombongan membatalkan rencana rekreasi dan membawa jenazah korban kembali ke SoE. Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah korban diantar ratusan anggota keluarga dan kenalan untuk dimakamkan di pekuburan muslim setempat. [120]