
Sebagian rumah warga Sijenjang, Kota Jambi, terancam ambruk akibat terendam banjir. Sebuah rumah panggung warga di kawasan Jalan Baru Sijenjang tampak sudah miring karena terlalu lama terendam banjir. Gambar diambil Rabu (2/1). SP/Radesman Saragih
[SEMARANG] Sebanyak 5.600 pengungsi banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) hingga kini masih bertahan di GOR Wergu Wetan Kudus. Sementara, banjir di wilayah Kecamatan Undaan, Kudus mulai surut.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kudus, Alis Taufik yang dikonfirmasi SP, Kamis (3/1) pagi mengatakan, jalan utama di kawasan tersebut sudah bisa dilewati sampai dengan kawasan Babalan, Desa Kalirejo. Namun, jalanan di kawasan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, masih tergenang air setinggi 50 sentimeter (cm).
Evakuasi pengungsi dari daerah yang terisolasi seperti Desa Karangrowo, Payaman, dan Medini, Kecamatan Undaan, masih dilakukan. Rabu (2/1) malam sudah 200 warga yang diungsikan ke GOR Wergu Wetan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, HM Asyrofi Masyitho berharap pemerintah pusat segera turun ke daerah. Sebab, banyak informasi bencana dari daerah yang kurang terakses ke pusat. Dukungan dari pemerintah pusat dibutuhkan mengingat bencana kali ini diperkirakan akan berlangsung lama.
Sementara itu, dari Blora, Jateng, dilaporkan, air yang menggenangi sembilan kelurahan di Kecamatan Cepu dan sejumlah desa di Kecamatan Kedungtuban dan Menden, Kabupaten Blora, juga berangsur surut. Namun, penyakit pascabanjir mulai menyerang warga.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blora melaporkan, selama terjadi banjir di Cepu, Kedungtuban, dan Menden, telah menangani ribuan warga yang terkena penyakit diare, inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), kulit, mata dan pusing-pusing. Sebanyak 238 warga terserang diare, ISPA 1.270 orang, penyakit kulit 4.620 orang, penyakit mata 139 orang, dan pusing-pusing sebanyak 2.869 orang.
Hingga kini, tinggal 3 kelurahan di Cepu yang masih tergenang air sekitar 1 meter, yakni Balun Gendeng dan Balun Ledokan, Kelurahan Balun; Kebul Kelapa dan Cepu Kidul di wilayah Kelurahan Cepu; dan Kelurahan Nglanjuk.
Sementara itu, jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lamongan-Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) melalui Babat dan Baureno ditutup, karena tinggi genangan air mencapai rata-rata 50-70 cm, menyusul jebolnya Tanggul Negara di Pasar Ayam Lama Babat Lamongan, Rabu (2/1).
Jalan Alternatif
Guna memperlancar pengiriman bantuan untuk korban bencana alam dan pengiriman barang perdagangan dari Surabaya sekitarnya, diarahkan melewati Desa Sumuragung, Tlogoagung, dan Gunungsari, Kecamatan Baureno. Lalu lintas dari Bojonegoro menuju Lamongan diarahkan melalui jalur alternatif melalui Desa Gunungsari dan Gajah, Kecamatan Baureno.
Sementara guna mengurangi genangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima bantuan dua pompa penyedot air dari Departemen Pekerjaan Umum. Pompa penyedot tersebut mampu menyedot air dengan kecepatan 150 liter per detik. Dua pompa berkekuatan besar ini diharapkan mampu mengurangi genangan, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro, Andi Tjandra.
Sementara luberan air melalui daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo terus bergerak ke hilir. Bantaran sungai di Kabupaten Lamongan dan Gresik terus diluberi banjir kiriman dari hulu Sungai Solo dan Sragen, Jateng.
Data di Satuan Pelaksanaan (Satlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Gresik menyebutkan, jumlah desa di kabupaten ini yang terendam air mencapai 45 desa tersebar di Kecamatan Bungah, Sedayu, Dukun, dan Manyar. Total rumah yang terendam 5.734. Sedangkan lahan pertanian yang terendam 832 hektare (ha) serta tambak 2.214 ha.
Selain itu, korban banjir yang masih bertahan di rumah di sejumlah desa di Kabupaten Gresik, sampai Kamis pagi terpaksa mempergunakan air hujan untuk konsumsi setelah dimasak terlebih dahulu. Sebab sumur tergenang air.
Menurut Bupati Gresik KH Robbach Maksum, genangan luapan Bengawan Solo ini untuk pertamakalinya terjadi setelah lebih dari 13 tahun. Pemerintah sudah membangun tanggul-tanggul di sepanjang bantaran Bengawan Solo yang melintas Kabupaten Gresik.
Korban tewas banjir bandang luapan Sungai Bengawan Solo dan tanah longsor di Ngawi, sampai Kamis pagi sebanyak 25 orang.
"Korban terakhir bencana banjir justru menimpa seorang perangkat Desa Banjar, Kecamatan Pitu, yang terperosok ke dalam lubang sumurnya sendiri yang tertutup endapan banjir lumpur," ujar Koordinator Satlak PBA Pemkab Ngawi, M Sodik Tri. [142/080/ES/148/149/WMO/070]