[JAKARTA] Pemerintah perlu melakukan terobosan dalam mengantisipasi banjir yang tiap tahun terjadi di Tanah Air. Terlebih untuk Pulau Jawa yang padat penduduk, namun daerah tangkapan airnya semakin sedikit.
Demikian anggota Komisi VIII DPR, Theodorus Jacob kepada pers di Gedung DPR, Jakarta Rabu, (2/1.) "Sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan terobosan, menata regulasi penggunaan lahan dan tata ruang di Pulau Jawa. Bencana yang terjadi di Jawa Timur dan Jawa Tengah belumlah memasuki puncak hujan. Padahal Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan puncak hujan akan tiba Februari mendatang. Dampaknya saat ini sudah bisa ketahui bersama," ujarnya.
Penanganan ke depan, kata dia, harus terpadu dan melibatkan sejumlah departemen secara serius. Apalagi kondisi hutan Jawa saat ini tinggal 11 persen. Padahal idealnya daerah tangkapan air harus 60 persen.
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) itu mengatakan, untuk bisa membuat regulasi tata ruang terutama mengenai daerah aliran sungai, daerah pesisir, pemeliharaan waduk dan perlindungan tanaman bakau semestinya melibatkan Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian, Departemen PU dan pemerintah daerah.
Di tempat terpisah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah pusat lebih serius menangani bencana longsor dan banjir. "Pemerintah harus serius menangani bencana yang terjadi. Untuk itu, Presiden harus segera memanggil kepala daerah yang terkena bencana guna mencari jalan keluar musibah di tanah air," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu.
Sementara itu, masyarakat yang menjadi korban bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat mengharapkan kesediaan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk menjenguk kondisi korban-korban banjir agar derita yang mereka alami sedikit berkurang.
"Saat kita memberi bantuan kemanusiaan, masyarakat setempat yang menjadi korban bencana itu mengungkapkan bahwa kalau bisa Ibu (Megawati) muncul untuk meninjau mereka," kata Sarwono, Koordinator Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI-P Jawa Tengah.
Namun, katanya lagi, kerinduan masyarakat Jawa Tengah yang menjadi korban banjir sedikit terobati setelah putri Megawati, Puan Maharani, beberapa hari lalu ikut turun ke lapangan mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Kabupaten Grobogan, Jateng. [L-8]