Paradigma masyarakat yang menganggap penyakit HIV/AIDS, dapat menular dengan berjabat tangan dan memakai perlengkapan secara bersama dengan penderita positif HIV/AIDS, merupakan asumsi yang salah. Virus mematikan tersebut akan menular melalui penggunaan jarum suntik bekas penderita. Karena itu, keberadaan para penderita HIV/AIDS di Sumbar khususnya, tidak perlu dikucilkan, namun harus dibantu agar bias menjalani kehidupan berikutnya.
Demikian disampaikan Joni Iswanto, pendiri Lentera Minang Kabau Suport (LSM yang konsen di bidang HIV/AIDS), dalam seminar gerakan antinarkoba dan penyebaran HIV/AIDS yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumbar, Senin (31/12) di Padang. "Sejumlah media perantara penyebaran virus ini, seperti gonta-ganti pasangan seksual, penerima transfusi darah dan cangkok organ, bayi dari ibu dan pasangan pengidap HIV positif," katanya. [BO/M-15]
![]()
SP/Luther Ulag
Dua orang anak korban banjir, duduk dan tiduran saat mengungsi di SD Santa Maria Fatima, Jatnegara, Jakarta Timur, Rabu (2/1) sore. Para korban yang rumahnya terendam banjir di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur itu, menantikan bantuan baik makanan, obat-obatan maupun air bersih.