SUARA PEMBARUAN DAILY

Bali dan Nusa Tenggara Bakal Hujan Lebat

[JAKARTA] Naiknya suhu muka air laut di bagian selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat tekanan udara di sekitar daerah tersebut menjadi rendah yang pada akhirnya akan memicu terjadinya hujan lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT dalam beberapa hari ke depan.

Pakar Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Armi Susandi, di Jakarta, Rabu (2/1), mengatakan, akibat dari fenomena cuaca di kawasan selatan Nusa Tenggara tersebut akan timbul pembentukan lokasi depresi tropis yang berpotensi berkembang menjadi badai tropis pada wilayah yang lebih selatan.

"Badai tropis tidak akan ke wilayah Indonesia tetapi akan bergerak ke bagian timur laut Australia. Tetapi dampak dari badai tropis ini bagi Indonesia adalah akan terjadinya angin puting beliung di sekitar Bali, NTB, dan NTT," katanya.

Implikasi dari angin puting beliung dengan kecepatan 40 km/jam ini, kata Armi, daerah Bali dan Nusa Tenggara akan menerima curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya.

Menurut Armi, menurunnya curah hujan di sekitar Jawa bagian selatan saat ini karena daerah konvergensi hujan (inter tropical convergence zone/ITCZ) yang beberapa minggu lalu ada di atas daratan Jawa bagian selatan yang membuat curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan banjir, sudah bergeser ke utara dan kini berada di sekitar khatulistiwa.

Meskipun demikian, pergerakan ITCZ ini sangat fluktuatif sehingga diprediksi akan kembali ke daerah selatan Indonesia.

"Yang kita khawatirkan adalah jika daerah konvergensi ini masuk ke sekitar pantai utara Jakarta sekitar akhir bulan Januari. Kalau hal itu terjadi, maka Jakarta bisa banjir lebih besar," katanya.

18 Provinsi Rawan

Sementara itu, data yang diperoleh SP dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan, 18 provinsi masuk dalam kategori rentan berpotensi mengalami gerakan tanah atau tanah longsor pada bulan Januari ini. Semua provinsi itu masuk dalam kategori menengah sampai tinggi rawan tanah longsor.

Delapan belas provinsi itu yakni NAD, Bali, Banten, Bengkulu, Papua, Irian Jaya Barat, Irian Jaya Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

PVMBG juga mengingatkan, kabupaten Karangayar yang akhir Desember lalu mengalami longsor yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia, berpotensi mengalami hal yang sama bulan Januari 2008 ini.

Disebutkan, untuk kecamatan Jatipuro tingkat kerawanannya tergolong menengah artinya daerah tersebut dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. [E-7]


Last modified: 2/1/08