SUARA PEMBARUAN DAILY

25 Rumah di Kalibaru Terseret Rob

SP/Charles Ulag

Curah hujan yang tinggi serta tingginya air laut pasang mengakibatkan Sungai Ancol meluap dan menggenangi ruas Jalan Ancol Barat, Jakarta Utara, Rabu (2/1). Genangan itu menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

[JAKARTA] Sedikitnya 25 rumah yang berada di RT 13/13, 2/13, 12/01 Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara hancur disapu ombak banjir air laut pasang setinggi enam meter pada Rabu (2/1) malam.

Warga yang kehilangan tempat tinggalnya, terpaksa mengungsi di rumah kerabatnya, meski pihak kelurahan menyediakan posko pengungsian. Sebelumnya, sudah 42 rumah yang terseret ombak sehingga total bangunan yang hancur mencapai 77 rumah.

Dartam (54), Ketua RT 013/13 Kalibaru mengatakan, sejak Rabu malam ombak setinggi enam meter menghantam rumah warga. "Total rumah yang hancur sekitar 25 rumah yang berada di empat RT," jelas Dartam kepada SP, Kamis (3/1) siang.

Bahkan, lanjutnya, tingginya intensitas ombak membuat ratusan rumah yang ada di kawasan tersebut terendam air pasang hingga selutut orang dewasa. "Kalau pagi, air meluber hingga belasan meter ke darat sehingga ratusan rumah tergenang," kata Dartam.

Diungkapkan, di RT 013/13 saja ada sekitar 600 rumah. Saat ini, kata Dartam, warga sudah mendapat bantuan bahan makanan dari kelurahan berupa satu kwintal beras, empat dus mie instan, dan satu dus ikan kaleng. "Bantuan bahan makanan masih banyak, sekarang yang kami butuhkan adalah bahan bangunan untuk membangun kembali rumah kami," harapnya.

Lurah Kalibaru, Tambah Suhadi, ketika dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya terus memberikan bantuan makanan untuk warga yang terhantam ombak. "Memang kami hanya mendistribusikan bahan makanan bukan bahan bangunan," tegas Suhadi.

Pasalnya, lanjut Suhadi, hunian warga yang berada di bibir pantai menyalahi peruntukan. "Kelurahan tak bisa memberikan bantuan bahan baku rumah karena bangunan warga menyalahi aturan," tuturnya.

Ia sendiri telah memperingatkan warga agar membongkar bangunannya. Sayangnya peringatan tersebut tidak diindahkan masyarakat. "Bangunan mereka sangat berbahaya dan merusak dam pelindung yang telah dibangun lima tahun lalu," ungkap Suhadi.

Dari pantauan SP, beberapa pondasi bangunan rumah warga sudah banyak yang hilang. Ombak setinggi dua meter juga masih menghantam kawasan pesisir dan menggerus beberapa rumah warga yang masih berdiri. Beberapa warga juga terlihat berusaha menyelamatkan sisa puing-puing rumahnya.

Jalan Perbatasan Terputus

Sementara itu, hujan deras dan naiknya permukaan sungai di wilayah Kota Tangerang menyebabkan sejumlah ruas jalan perumahan terendam banjir. Hingga Kamis (3/1) pagi ini, tinggal jalan di kawasan Regency, Pasar Kemis, yang merupakan daerah perbatasan Kota dan Kabupaten Tangerang yang masih terendam dan belum bisa dilalui kendaraan kecil.

Sedangkan Jalan Gatot Subroto, yang juga merupakan jalur utama, yang menghubungkan Kota dan Kabupaten menuju Serang, yang sempat terendam sehingga menyebabkan terputusnya arus lalu lintas sepanjang Rabu kemarin, pagi ini sudah surut dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Banjir sempat merendam ratusan rumah penduduk, rumah warga perumahan Taman Cibodas, Total Persada, Pondok Arum, dan Perumahan Tajur di Ciledug. Sejumlah toko dan supermarket di kawasan Taman Cibodas juga terkena banjir.

Genangan juga melanda beberapa pabrik di sepanjang Jalan Gatot Subroto, terutama di Kampung Uwung dan Kampung Jati, seperti PT Karenesia yang memproduksi garmen, PT Adi Candra Jaya yang memproduksi mesin bubut dengan ketinggian air 30-60 centimeter.

Kabag Informasi dan Komunikasi Pemkot Tangerang, Syaiful Rohman kepada SP, Kamis (3/1) mengatakan, kondisi di beberapa perumahan yang sempat terendam kini juga sudah surut setelah Pemkot mengoperasikan 74 pompa, 53 di antaranya rumah pompa. [132/N-6]


Last modified: 3/1/08