![]()
Rtr
Para pendukung mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto menyalakan lilin di Lahore, Pakistan, Rabu (2/1). Presiden Pervez Musharraf meminta Inggris untuk membantu pengungkapan kasus pembunuhan Bhutto.
[ISLAMABAD] Sebuah tim penyelidik dari kepolisian Inggris, Scotland Yard, akan membantu upaya mengungkapkan penyebab kematian mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto. Kepastian tentang kesediaan Inggris itu disampaikan oleh Presiden Pakistan Pervez Musharraf di Islamabad, Selasa (2/1).
"Kami telah memutuskan untuk mengundang tim dari Scotland Yard. Tim dari Markas Besar Kepolisian di Inggris yang akan segera datang ke Pakistan untuk membantu penyelidikan pembunuhan Bhutto. Saya sangat bersyukur ketika Perdana Menteri Gordon Brown menyetujui permintaan saya," ujar Musharraf.
Dijelaskannya, tim tersebut akan membantu keterbatasan aparat Paksitan dalam pemeriksaan forensik. Ia yakin penyelidikan dengan bantuan Scotland Yard akan dapat memastikan kebenaran terkait penyebab kematian Bhutto sehingga tidak ada lagi keraguan tentang penyebab pasti pembunuhan tokoh oposisi itu.
Para pendukung Bhutto meragukan pernyataan pemerintah yang mengatakan Bhutto meninggal karena kepalanya terbentur atap mobil saat hendak menunduk untuk menghindari ledakan bom yang terjadi saat itu.
Menguatkan keraguan itu, seorang pembantu Bhutto mengatakan dia melihat luka akibat peluru di kepalanya. Sementara siaran televisi memperlihatkan Bhutto roboh ketika senjata ditembakkan kepadanya sesaat sebelum terjadi ledakan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband menuturkan tim antiteror kepolisian dari negaranya akan berangkat ke Pakistan pada akhir pekan depan sesuai permintaan Presiden Musharraf.
Senada dengan Miliband, Scotland Yard mengatakan satu tim kecil dari kesatuan penanggulangan terorisme akan berangkat ke Pakistan untuk mendukung dan membantu penyelidikan atas kematian Benazir Bhutto.
Bantuan PBB
Pihak keluarga dan partai politik yang mendukung Bhutto, Partai Rakyat Pakistan (PPP) mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut membantu penyelidikan. Namun, Juru Bicara Gedung Putih Dana Perino mengatakan penyelidikan PBB untuk mencari tahu sebab kematian Bhutto tidak diperlukan. Dikatakan, tim dari Scotland Yard dapat bekerja dengan baik.
Menurut Perino, keterlibatan Inggris dalam membantu penyelidikan kematian Bhutto dimaksudkan agar PBB tidak perlu turun tangan. Pernyataan itu dilontarkan meski ada permintaan dari suami Bhutto agar PBB turut menyelidiki kematian istrinya, sama seperti penyelidikan terhadap kematian mantan Perdana Menteri Lebanon, Rafiq Hariri.
"Hal yang terpenting, Scotland Yard dapat melakukan penyelidikan dengan cara yang cepat, transparan, dan menyeluruh agar rakyat Pakistan dapat memperoleh jawaban yang layak atas kematian Bhutto," ujar Perino yang mendukung permintaan Pemerintah Pakistan terhadap Scotland Yard. [AFP/AMT/O-1]