![]()
AFP/TENGKU BAHAR
Menteri Kesehatan Malaysia Chua Soi Lek mengumumkan pengunduran dirinya di Putrajaya, Rabu (2/1). Chua mundur setelah diterpa skandal seks yang beredar lewat dua rekaman video.
enteri Kesehatan Malaysia Chua Soi Lek tampaknya harus menyerah dengan kecanggihan teknologi informasi yang berhasil membongkar skandal seksnya dengan seorang wanita. Skandal itu pula yang membuat masa depan karier politik Chua menjadi suram.
Sejak menjadi menteri, karier Chua meroket. Dia bahkan ditunjuk untuk menjadi Wakil Presiden Malaysian Chinese Association (MCA), partai politik kedua terbesar di Malaysia.
Tapi, semua kecemerlangan itu terancam segera berakhir, termasuk peluang Chua untuk menjadi Presiden MCA. Pada awal 2008, Chua akhirnya mengakui kalau dia adalah pria yang ada dalam rekaman video yang menampilkan sebuah skandal seks.
Chua mengatakan dia telah meminta maaf kepada Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi dan para pemimpin partainya. "Ya, saya pria di rekaman itu. Gadis yang ada di dalam video itu adalah teman pribadi," ujar menteri berusia 60 tahun tersebut kepada wartawan di Johor.
Pernyataan itu dilontarkan setelah surat kabar Star menulis tentang beredarnya dua DVD berisi seorang politisi senior dan seorang wanita sedang bermain seks. Meski mengakui perbuatannya, Chua menyatakan bukan pembuat video yang menurut Star direkam oleh kamera tersembunyi di sebuah ruangan hotel. Sebuah DVD berdurasi 56 menit dan satunya lagi 44 menit.
"Saya ingin menekankan kalau bukan saya yang merekam adegan itu. Tapi, siapa yang melakukannya tidak penting. Yang lebih penting adalah keluarga, istri, dan anak-anak telah menerima permintaan maaf saya," ujarnya.
Surat kabar New Straits Time menulis apa yang dilakukan Chua merupakan kesalahan terbesar yang dibuatnya. Namun, harian itu sedikit memuji sikap Chua yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf, baik kepada istri, anak-anaknya, partai, dan publik.
Mundur
Pada Rabu (2/1), Chua mengeluarkan keputusan yang berat. Dia menyatakan mundur dari jajaran kabinet dan berharap PM Badawi mau menerima keputusannya itu.
"Saya sangat berharap masyarakat mau menerima permintaan maaf saya. Tapi, dari masukan-masukan yang saya terima, tampaknya rakyat Malaysia tidak bisa menerima perbuatan saya," ujar Chua yang sempat menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya tersebut.
Ayah dari tiga anak itu kembali menegaskan kalau bukan dia yang membuat dua DVD itu yang disebut-sebut dibuat sekitar dua tahun lalu. Chua malah melaporkan keberadaan dua DVD itu ke polisi atas tuduhan pelanggaran privasi warga. Dia menduga ada motif politik di balik keberadaan dua rekaman tersebut.
Kepolisian Malaysia menyatakan akan menyelidiki dugaan kalau video itu direkam dengan menggunakan kamera tersembunyi. Deputi Inspektur Jenderal Polisi Datuk Ismail Omar mengatakan penyelidikan akan melingkupi semua aspek, termasuk bagaimana alat perekam bisa berada di dalam kamar hotel yang berada di Batu Pahat itu.
Penyelidikan juga akan diarahkan ke orang yang mengedarkan rekaman itu. Menurut informasi, dua DVD itu ditemukan di beberapa sebuah kotak pos yang ada di Muar dan Batu Pahat.
Kejadian yang menimpa Chua juga menarik perhatian para politisi, pebisnis, dan pejabat pemerintahan Malaysia. Mereka khawatir rapat-rapat rahasia mereka juga bisa bocor karena keberadaan kamera tersembunyi.
Ismail mengakui kalau peralatan pengintai yang beredar di masyarakat saat ini semakin canggih. Meski semakin kecil, peralatan pengintai bisa diaktifkan dalam waktu yang lama walau kualitas gambarnya belum bagus.
Menurut Ismail, DVD pertama yang berdurasi hampir satu jam memuat gambar dari empat sudut pengambilan yang berbeda. Hal itu memunculkan dugaan kalau ada empat kamera tersembunyi di dalam kamar hotel. Sedangkan DVD kedua diambil dari atas tempat tidur. [AP/AFP/O-1]