SUARA PEMBARUAN DAILY

Bush Diminta Hentikan Perluasan Permukiman Israel

Rtr - Mahmoud Abbas

[KAIRO] Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Rabu (2/1), mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush harus berbicara tegas menentang perluasan pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina. Sikap tegas Bush diharapkan dapat dilontarkan dalam kunjungannya ke kawasan Timur Tengah pekan depan.

Abbas menyebutkan perluasan pembangunan pemukiman Israel menyebabkan perundingan damai Israel-Palestina sulit diwujudkan. "Apabila tiba di kawasan, Presiden Bush harus berbicara tegas tentang penghapusan seluruh kendala yang mengganjal perundingan. Dan, aktivitas pembangunan pemukiman merupakan kendala yang terbesar," kata Abbas.

Bush direncanakan memulai kunjungan ke kawasan, yang merupakan kunjungan pertama dia sebagai Presiden AS, pada 9 Januari mendatang. Isu tentang pembangunan pemukiman Israel merupakan isu utama yang menyulut perbedaan pendapat sejak Abbas dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sepakat menghidupkan kembali perundingan damai pada konferensi internasional untuk perdamaian Timur Tengah usulan AS di Annapolis, Maryland, akhir November lalu.

"Tidak mungkin perundingan damai akan berlanjut sepanjang aktivitas pembangunan pemukiman Israel juga terus dilakukan," ungkap Abbas setelah berbicara dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak di Kairo.

Perundingan damai Israel-Palestina sepakat dihidupkan kembali setelah tujuh tahun mengalami kekosongan. Namun, setelah kesepakatan dicapai dua pemimpin, Israel justru mengumumkan dua perluasan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem timur. Tindakan tersebut tak urung dikecam keras Palestina serta dikritik sekutu utama Israel, Washington.

Abbas juga berharap alasan-alasan itu akan dapat membujuk Hamas agar bersikap lebih melunak. Sebelumnya, kelompok Islam garis keras Palestina tersebut menampik ajakan dialog yang disampaikan Presiden Palestina dari gerakan Fatah. Dialog ditawarkan sebagai upaya untuk menghentikan pertarungan faksional yang telah memecah-belah Palestina menjadi dua wilayah terpisah, yakni Tepi Barat dan Jalur Gaza. [AFP/E-9]


Last modified: 2/1/08