[NAIROBI] Kasus-kasus kekerasan seksual, termasuk perkosaan, terhadap perempuan di Kenya meningkat secara dramatis. Peningkatan terjadi sejak kerusuhan melanda negara itu pascapemilihan presiden.
Angka perkosaan yang meningkat tajam disampaikan oleh Sam Theya, Kepala Rumah Sakit Perempuan Nairobi, Rabu (2/1). "Sejak pemilihan presiden kekerasan dimulai. Kami mencatat telah terjadi kasus-kasus perkosaan yang dilakukan oleh sekelompok orang," ujar Theya.
Dikatakan, sedikitnya sudah 19 perempuan yang dibawa ke rumah sakit itu dalam 24 jam terakhir. Pihak rumah sakit memberikan pelayanan konsultasi gratis kepada para korban perkosaan, terutama yang mengalami trauma berat.
"Para perempuan korban perkosaan yang datang ke rumah sakit kami mengatakan kalau masih banyak korban perkosaan yang belum atau tidak mau datang ke rumah sakit. Selain tidak memiliki akses untuk datang, mereka juga trauma terhadap kejadian yang telah mereka alami," ujarnya.
Dalam pemilihan presiden, pekan lalu, Presiden Mwai Kibaki dinyatakan menang. Dia mengalahkan tokoh oposisi Raila Odinga. Namun, Kibaki dinilai telah berbuat curang sehingga menimbulkan kemarahan pendukung Odinga. Kerusuhan pun tidak bisa dihindari.
Menurut Theya, para korban perkosaan yang datang ke rumah sakit berani menceritakan pengalaman mereka. "Para korban mengatakan kalau pelakunya adalah segerombolan orang. Beberapa di antara para korban diperkosa secara bergantian di depan keluarga mereka," ujarnya.
Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Nairobi juga mengkhawatirkan laporan tentang perkosaan dan pelecehan seksual lain yang terjadi di Kenya. "Memang ada laporan yang menyebutkan telah terjadi perkosaan di sini. Selain itu, sejumlah orang menyerang wanita dan anak-anak," ujar sebuah pernyataan PBB. [AFP/O-1]