SUARA PEMBARUAN DAILY

Pentas Ludruk Urban Sambut Tahun Baru

Konjen AS di Surabaya Ikut Tampil

[SURABAYA] Sejumlah pejabat dan seniman tampil bareng dalam pentas "Ludruk Urban" meramaikan pergantian tahun di halaman Balai Kota Surabaya pada Senin (31/12) malam. Tontonan sekitar dua jam lebih, melibatkan Konjen AS di Surabaya, Caryn McClelland ini pertunjukan ludruk dengan sentuhan modern.

Konjen Caryn Mc Clelland berperan sebagai Bude Wongsadrama atau nenek Jaka Berek. Novelis Lan Fang memerankan Dewi Sangkah atau ibu Jaka Berek. Sekota Surabaya, Sukamto Hadi berperan sebagai Pakde Wongsodrama atau Kakek Jaka Berek.

Seniman ludruk Agus Kuprit bermain sebagai Jaka Berek, seniman ludruk lainnya Cak Kartolo sebagai pengamen jalanan. Musisi Sawung Jabo ikut memberi warna dalam tari Ngremo, sebagai tari pembuka. Kombes Pol Anang Iskandar memerankan tokoh Adipati Anom Jayanegara sementara Wakil Walikota Surabaya Arif Affandi yang konseptor Ludruk Urban, memerankan tokoh Tamtama Pregol.

Layaknya pementasan ludruk konvensional yang tidak pernah memakai skrip, para pejabat dan seniman berpedoman pada sinopsi. Para ''pendatang baru'' melakukan improvisasi.

Para pejabat rela melepas predikat keseharian dan melebur menjadi karakter-karakter dalam lakon "Jaka Berek Nglurug Taman Surya". Tema cerita ini sama dengan cerita-cerita gagrag enggal pewayangan, anak-anak dari R Arjuna yang mencari ayahnya.

Ludruk adalah kesenian pertunjukan rakyat Surabaya yang belakangan hanya bertahan di pinggiran kota Surabaya, seperti Jombang, Mojokerto. Tetapi tidak mampu bertahan sebagai pertunjukan komersial di Surabaya.

Cerita Jaka Berek dipilih, karena karakternya tidak mudah putus asa dan berani menentang penguasa yang semena-mena. Jaka Berek adalah putra Adipati Anom Surabaya, Jayanegara dari hasil pernikahan dengan Dewi Sangkah, saat Jayanegara singgah di Kampung Lama Surabaya.

Kisah Jaka Berek

Setelah Jaka Berek lahir, Jayanegara kembali ke kadipaten. Jaka Berek tumbuh didampingi ibunya, Dewi Sangkah. Ketika menanjak dewasa, Jaka Berek selalu menanyakan identitas ayahnya. Pementasan ini mengurai kisah Jaka Berek mencari orangtuanya.

"Mami, aku bingung, apa yang harus aku katakan. Dia merengek terus ingin tahu ayahnya. Apalagi Jaka Berek juga ingin sekolah ke Kadipaten Surabaya," kata tokoh Dewi Sangkah yang diperankan pengarang Fan Lang kepada ibunya, Bude Wangsadrama yang diperankan Konjen AS Caryn Mc Cleland.

Caryn Mc Cleland menjawab dengan logat asingnya yang masih sangat kental. "Tidak usaha diberi tahu saja". Begitu pula ketika Jaka Berek datang, Caryn menjawab rengekan cucunya.

"Tidak penting mengetahui siapa bapakmu. Tak usah ke Surabaya. Itu kota besar. Lagi pula caranya, bagaimana Anda mencari bapak Anda," kata Caryn.

Sekalipun tetap dalam alur cerita klasik, para tokoh tetap menyampaikan kritik dalam dialognya. Ada banyolan yang menyindir kondisi dan keadaan Kota Surabaya. [Edi Soetedjo]


Last modified: 3/1/08