SUARA PEMBARUAN DAILY

Festival Nyanyi Minang Meriahkan Pesona Wisata

[BUKITTINGGI] Festival penyanyi Minang, lomba cipta lagu Minang pesona wisata Bukittinggi dan festival randai dalam rangka HJK (Hari Jadi Kota) Bukittinggi ke-223 dan tahun baru 2008, berlangsung meriah. Lomba yang digelar Kantor Pariwisata Seni dan Budaya (Persenibud) Bukittinggi itu mendapat antusias dari generasi muda, serta pelaku seni tradisional di Sumatera Barat dan Riau.

Ruang acara justru penuh sesak oleh pengunjung. Mereka tampak antusias menyaksikan kebolehan puluhan finalis yang ikut festival tersebut. Satu persatu finalis, putra dan putri melantunkan tembang pilihan mereka yang merupakan karya cipta dalam lomba cipta lagu Minang. Semua peserta berupaya untuk tampil terbaik.

Melalui persaingan yang sangat ketat, juri menentukan juara. Untuk kategori umum putra, juara pertama diraih Beny Rahmat dari Bukittinggi. Juara II dan III masing-masing Marco Alfonso dan Junaidi. Untuk kelompok putri juara pertama, trofi pemenang diraih Dian Oktasari, Debby Fitria. R dan Suci Dwi Mutiara, masing-masing juara II dan III.

Sementara untuk kategori anak-anak, peringkat pertama diraih Elsa Pita Loka. Fachrul Irsyad dan Fachrul Arsyad, masing-masing juara II dan III. Untuk juara pertama semua kategori meraih trofi bergilir Gubernur Sumbar. Sementara pemenang dua dan tiga memperoleh trofi lepas dari walikota.

Untuk itu, khusus untuk lomba cipta lagu Minang, babak penyisihannya dilaksanakan mulai tanggal 22 Desember 2007 lalu. Pada putaran final lomba lagu Minang yang berlangsung di Balai Sidang Bung Hatta, panitia mengumumkan sepuluh lagu yang masuk nominasi, masing-masing ciptaan Yuli Indriati (Malam di ranah Minang), Imran Bur (Selingka ranah bundo), Agus Sudono (Dambaan Pariwisata), Agus Sudono (Di Bukik Babungo), Evi Agus (Bukittinggi Tacinto), Edi Elmitos (Bukittinggi), Edi Elmitos (Diseso bayang), Oja Afdino A (Bukittinggi ragam wisata), Moel Saypani (Bukittinggi kota kenangan) dan Mahidin S (Mardin) dengan lagu ciptaannya Bukittinggi Selayang Pandang.

"Kesepuluh lagu yang masuk nominasi tersebut, dinyanyikan para pemenang lomba penyanyi Minang yang kita selenggarakan dalam satu paket kegiatan," kata Kepala Kantor Parsenibud Bukittinggi, Nasrul M Pietra SH, kepada SP, Senin (31/12) di Bukittinggi.

Namun, menurutnya, rekaman lagu-lagu tersebut diproduksi bukan untuk komersial, melainkan hanya sebatas promosi pariwisata kota di masa mendatang. Khusus festival randai se-Luak nan Tigo diikuti enam group, yakni utusan dari Luak Tanah Datar, Agam dan Limapuluh Kota. [BO/U-5]


Last modified: 3/1/08