SUARA PEMBARUAN DAILY

Sunan Kalijaga, Kadir, hingga Transmigrasi

Siapa tak kenal pelawak Kadir yang akrab dengan logat Madura. Sejak menginjak Bandara Juanda Surabaya, Kadir yang turut dalam rombongan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mendapat sambutan masyarakat, dan beberapa di antaranya meminta foto bersama.

Sambutan untuk Kadir semakin marak ketika rombongan masuk lokasi Pondok Pesantren Al-Amien, Prenduan Sumenep, Jawa Timur, pekan lalu. Tak kurang dari 500 santri menyambut kedatangan Erman Suparno dan Kadir beserta kelompoknya yakni Nurbuat dan Ribut. Suasana masih senyap ketika Erman Suparno memasuki Masjid yang para santrinya sudah menunggu. Begitu Kadir Cs masuk, suasana jadi gaduh. Tak urung, pimpinan Pondok Pesantren harus beruang kali meredakan kegaduhan.

Suasana kembali tenang dan serius ketika pimpinan Pondok Pesantren KH Idris Djauhari dan Menakertrans Erman Suparno berpidato. Namun, begitu Erman memperkenalkan Kadir Cs, para santri itu langsung kembali gaduh. Dengan gaya sapa yang unik, Kadir membuat para santri semakin gaduh. Tak urung, Menteri Erman pun mempersilakan Kadir Cs kembali duduk dan melanjutkan pidatonya.

"Saya ingin meniru Sunan Kalijaga ketika menyebarkan agama Islam melalui kebudayaan. Mudah-mudahan langkah ini lebih efektif menyampaikan pesan pembangunan ketenagakerjaan dan transmigrasi ke masyarakat luas," ujarnya.

Selanjutnya, Erman menjelaskan program pemerintah menanggulangi pengangguran melalui sistem three in one, yaitu terpadunya sistem pendidikan, pelatihan, dan penempatan. Para penganggur dididik, dilatih, dan dicarikan tempat bekerja sehingga hasil diklat itu tidak sia-sia.

"Habis diklat bisa langsung masuk kerja," ujar Erman. Selain itu Menteri juga menjelaskan program transmigrasi dengan pola Kawasan Transmigrasi Mandiri (KTM). Dan menginformasikan peluang para santri untuk menjadi tenaga penyuluh rohani di lokasi transmigrasi.

Dikemukakan, KTM adalah program terobosan mensejahterakan para transmigran. KTM sangat berbeda dengan transmigrasi tempo dulu yang banyak dikritik hanya memindahkan kemiskinan dari satu tempat ke tempat lain. Lewat KTM, pemerintah menyiapkan segala sesuatunya sehingga lokasi transmigrasi diharapkan lebih cepat berkembang menjadi sentra bisnis baru, mulai dari sektor pertanian, pengolahan, hingga pemasaran. Di lokasi transmigrasi, dalam konsep KTM, disiapkan sarana dan prasarana ibadah dan pendidikan, industri pengolah hasil produk pertanian hingga pemasaran lebih lanjut.

Dengan cara itu, para petani di KTM tak perlu repot membawa hasil pertaniannya ke kota karena di lokasi transmigrasi tersedia industri pengolahan yang siap menampung produk pertanian yang dikembangkan di kawasan tersebut.

Nikah Massal

Pada kesempatan itu Erman juga menawarkan program transmigrasi kepada pemuda-pemudi pondok pesantren. Syaratnya harus sudah berkeluarga. Tetapi, kalau ada bujangan yang berminat transmigrasi akan difasilitasi pemerintah. "Jadi, kalau ada muda-mudi pacaran yang sudah merasa cocok dan ingin transmigrasi, pemerintah akan menikahkan keduanya," katanya. Yakni dengan program nikah massal.

Soal nikah massal itu, lanjutnya, sudah diprogramkan Depnakertrans. Tahapannya masih sosialisasi dan penjaringan calon pengantin muda yang siap transmigrasi. Dikemukakan, program itu dilandasi keprihatinan pemerintah atas eksodusnya kaum muda Indonesia bekerja di luar negeri. "Kalau pemudanya pada bekerja di luar negeri lalu siapa yang membangun negara ini," ujarnya.

Pihaknya yakin, KTM akan mampu menarik kaum muda menggarap lahan-lahan potensial yang telah disiapkan. Walau demikian, Erman tetap mengakui program itu tidak akan mampu menahan laju eksodus bekerja di luar negeri.

Dalam sambutannya Erman juga mengingatkan ketika bekerja di luar negeri harus melalui jalur resmi. Imbauan itu juga disampaikan Kadir Cs melalui lawakan mereka. Mereka menyisipkan pesan untuk menjadi TKI resmi dan pentingnya kaum muda membangun negeri melalui transmigrasi.

[SP/Budi Laksono]


Last modified: 3/1/08