SUARA PEMBARUAN DAILY

Surplus Neraca Perdagangan November 2007 Turun

[JAKARTA] Surplus neraca perdagangan Indonesia November 2007 menurun dibandingkan surplus perdagangan Oktober 2007. Neraca perdagangan November tercatat surplus US$ 2,28 miliar sedangkan Oktober tercatat US$ 3,99 miliar.

Turunnya surplus neraca perdagangan di November 2007 disebabkan penurunan nilai ekspor Indonesia yang didorong dari melemahnya ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil).

"CPO itu turun US$ 1 miliar karena volume ekspor CPO turun. Hal ini karena panen raya itu kan September hingga Oktober dan November itu masuk masa kontrak," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi menjawab SP, di Jakarta, Rabu (2/1).

Ali mengatakan, kontrak untuk ekspor CPO juga masih berlangsung hingga Desember 2007. Karena itu, penurunan volume ekspor CPO diprediksi masih terjadi hingga Desember 2007. "Mungkin juga terjadi hal yang sama, tapi kan kita belum mengeluarkan angkanya," katanya.

Dari catatan BPS, ekspor nonmigas November 2007 mencapai US$ 7,73 miliar atau turun 6,51 persen dibanding Oktober tahun lalu. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-November 2007 mencapai US$ 103,07 miliar.

Turunnya ekspor CPO mencapai US$ 1,13 miliar. Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan ekspor terjadi pada karet dan barang dari karet dengan nilai ekspor mencapai US$ 101,1 juta. Selain itu, ekspor hasil pertanian, industri serta hasil tambang pada periode Januari-November 2007 meningkat masing-masing 15,43 persen, 16,63 persen dan 14,03 persen dibandingkan periode yang sama di 2006.

Sementara untuk impor, justru mengalami peningkatan. Nilai impor Indonesia November 2007 mencapai US$ 7,54 miliar atau naik dibanding Oktober sebesar US$ 6,26 miliar. Negara pengimpor terbesar masih tetap diduduki Tiongkok disusul Jepang dan Amerika Serikat. [L-10]


Last modified: 3/1/08