
[KUALA LUMPUR] AT&T, perusahaan dari Amerika Serikat yang bergerak di bidang telekomunikasi, berkeinginan membeli unit seluler milik perusahaan Pemerintah Malaysia, Telekom Malaysia (TM), demikian surat kabar Malaysia memberitakan, Rabu (2/1) di Kuala Lumpur, Malaysia.
TM kini sedang berusaha melepas unit bisnis jaringan operator telepon selular dari induk usahanya supaya menjadi perusahaan berdiri sendiri, TM Internasional. Perusahaan itu nantinya termasuk menguasai Celcom (operator di Malaysia) dan nantinya juga perusahaan di sembilan negara lainnya termasuk India, Indonesia, Bangladesh, dan Sri Lanka.
Sejauh ini baru AT&T sebagai perusahaan yang menjadi peminat utama untuk membentuk usaha bersama dengan TM Internasional. Hal yang sama pernah dilakukannya ketika hadir di Vietnam, ujar sebuah sumber yang enggan disebut namanya. Sebenarnya TM Internasional berminat juga masuk ke pasar jaringan telepon di Vietnam.
Sebelum tersebar berita AT&T berminat membeli TM Internasional, pada November tahun lalu, Vodafone, menurut berita yang dilansir surat kabar Inggris, Sunday Times, berminat membeli 25 persen saham perusahaan itu.
Bahkan berita itu disebutkan, Vodafone akan mengambil alih 25 persen saham TM. Kemudian TM berencana membuat perusahaan baru, RegionCo.
Berita Sunday Time awal November lalu, menyebutkan RegionCo nantinya akan menaungi divisi jaringan seluler regional milik TM Internasional dan divisi seluler milik Celcom (Malaysia). Untuk mewujudkan keinginan itu, Vodafone menyiapkan dana sekitar US$ 3 miliar. Bahkan, TM berencana menggabungkan RegionCo dalam daftar perusahaan TM Group.
Sampai saat ini TM memiliki saham tersebar di beberapa operator seluler di seluruh dunia antara lain di Celcom (Malaysia), M1 (Singapura), PT Exelcomindo Pratama (Indonesia), Aktel (Bangladesh), MTCE (Iran), dan Dialog Telekom Plc (Sri Lanka). [Rtr/CNBC.Com/E-4]