SUARA PEMBARUAN DAILY

DAS Rusak

[JAKARTA] Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo akibat perubahan penggunaan lahan dan tingginya curah hujan menjadi penyebab terjadinya banjir besar di sejumlah kawasan di Jawa.

Deputi III Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman, Rabu (2/1), mengatakan, tingginya kerusakan lingkungan di DAS Bengawan Solo dapat dilihat dari meningkatnya tutupan lahan, ditambah jenis tanah yang mudah longsor. Dikatakan, pendangkalan sungai akibat erosi yang tinggi, namun tidak ada pengerukan, memperparah banjir.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Air Departemen Pertanian, Gatot Irianto mengatakan, kasus banjir akibat meluapnya air di DAS Bengawan Solo disebabkan tertahannya aliran air dari anak-anak sungai di sungai utama. Banjir di kota Ngawi yang merupakan dataran tinggi juga disebabkan hal yang serupa.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo Suparno menyatakan, konsep Pemerintah Belanda saat membangun tanggul sudah benar. Namun saat ini tanggul kedua atau tanggul "betina" sudah banyak dialihfungsikan untuk perumahan. Karena itu Imam Utomo mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk segera memperkuat tanggul lapis kedua atau tangkis yang berfungsi membendung luapan air Sungai Bengawan Solo guna menghindari banjir seperti di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. [E-7/080]


Last modified: 2/1/08