SUARA PEMBARUAN DAILY

Belum Diputuskan, Atlet Olimpiade Ikut PON

[JAKARTA] Pelaksanaan Olimpiade 2008 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 yang berdekatan, membuat kesulitan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan para pengurus olahraga di Tanah Air dalam mengambil keputusan mengenai apakah atlet bisa turun di kedua ajang tersebut.. Olimpiade dilaksanakan bulan Agutus mendatang. Sementara PON dilakukan dua bulan sebelum Olimpiade yaitu Juni 2008.

"Kami belum tetapkan apakah atlet yang berlaga di Olimpiade bisa diturunkan di PON atau tidak. Kami harus berdiskusi lagi dengan para pengurus olahraga, khusunya yang terlibat di Olimpiade nanti. Tetapi, yang sudah pasti minta supaya atletnya tidak dimainkan di PON adalah bulutangkis," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Rosihan Arsyad di Jakarta, Rabu (2/1) pagi.

Ia menjelaskan ada sejumlah pengurus yang mengusulkan supaya atlet yang terjun ke Olimpiade dapat berlaga di PON. Alasannya, PON dapat dijadikan sebagai tempat latihan (persiapan) menuju Olimpiade. "Itu masukan yang ada dan akan dipertimbangkan," tutur Rosihan yang telah ditunjuk sebagai ketua kontingen (chief de mission-CDM) Indonesia pada Olimpiade nanti.

Namun, dia juga menegaskan ada alasan lain agar atlet yang berlaga di Olimpiade tidak boleh ikut PON. Pertama adalah atlet yang berlaga di PON dikhawatirkan mendapat cedera sehingga tidak bisa ikut Olimpiade. Kedua, jangan sampai kegiatan PON sebagai puncak penampilan (peak performance) para atlet.

"Kalau cedera kan sangat disayangkan. Padahal Olimpiade adalah ajang dunia yang harus diikuti. Itu yang membuat bulutangkis tidak menurunkan atletnya di PON," jelasnya

"Kami juga takut kalau ternyata peak performance-nya di PON. Padahal yang diharapkan adalah di Olimpiade," tambahnya.

Karena dua alasan itu maka keputusan apakah atlet yang ikut Olimpiade bisa ikut PON atau tidak belum diputuskan. "Kami segera bahas ini Kamis (3/1) besok. Mudah-mudahan bisa mencapai sebuah keputusan," tandasnya.

15 cabang

Sebelumnya, Kamis (27/12) lalu, Rosihan telah mengemukakan ada 15 cabang olahraga yang akan dikirim ke Olimpiade nanti. Ke-15 cabang tersebut adalah atletik, loncat indah, renang, kano, rowing, panahan, sepeda (track dan road race), taekwondo, voli indoor, angkat besi, tenis, judo, menembak, tinju, dan bulutangkis.

Tetapi, ia mengemukakan ke-15 cabang itu belum pasti diberangkatkan semua ke Olimpiade karena harus mengikuti babak kualifikasi. Sejauh ini, baru empat cabang yang telah pasti diberangkatkan yaitu angkat besi, panahan, atletik, dan bulutangkis.

Untuk ajang tersebut, telah dipilih 100 atlet yang akan dikirim. Tetapi, sama seperti cabang olahraga, ke-100 atlet itu juga belum pasti akan dikirim semua karena harus mengikuti babak kualifikasi. Hingga saat baru ada 20 atlet yang sudah pasti yaitu bulutangkis (13), panahan (2), atletik (1), dan angkat besi (4).

Mengenai persiapan ke Olimpiade, kegiatan pelatihan nasional (Pelatnas) akan dimulai 7 Januari mendatang. Ketua Umum KONI, Rita Subowo mengatakan belum menetapkan siapa yang ditunjuk ketua Pelatnas. "Kami masih akan bahas. Sebelum memulai Pelatnas nanti sudah akan diputuskan. Saat ini, pak Rosihan baru ditetapkan sebagai CDM," tuturnya.

Untuk persiapan menuju Olimpiade Beijing 2008 KONI Pusat ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan Pelatnas. [RBW/L-9]


Last modified: 2/1/08