SUARA PEMBARUAN DAILY

Badai Landa Bengkulu, Nelayan Tak Melaut

[BENGKULU] Sejak dua pekan ini, para nelayan tradisional di Kota Bengkulu berhenti melaut, akibat badai dan gelombang di perairan laut mencapai ketinggian tiga meter. Pasokan ikan laut ke pasar-pasar di Kota Bengkulu berkurang sehingga harganya melambung.

"Kami takut kalau melaut disapu gelombang. Daripada kami hilang ditelan gelombang lebih baik istirahat dahu- lu dan kembali melaut kalau gelombang benar-benar aman," kata Syamsul (35). Nelayan Pondok Besi kepada SP, di Bengkulu, Selasa (1/1).

Meskipun ada nelayan yang melaut, umumnya nelayan kapal motor jenis cicin dan kapal bagan, karena ukuran kapal besar dan menggunakan peralatan canggih. Kalau kapal tempel, jangankan mencari ikan di tengah laut lepas di sekitar tiga mil saja dari pantai tidak berani, katanya.

Hal senada diungkapkan, Buyung Ketek (45). Sejak gelombang laut di perairan Bengkulu tidak bersahabat, para nelayan tidak melaut. Kapal mereka tidak sanggup menembus gelombang dengan ketinggian hingga di atas tiga meter.

"Saya sejak dua minggu ini tidur-tidur di rumah saja karena tidak berani turun ke laut. Biarlah tidak ada pemasukan, asalkan bisa kumpul dengan keluarga," katanya.

Selama tidak melaut, para nelayan memperbaiki perahu yang bocor, mengecat kapal, memperbaiki jaring dan alat tangkap sehingga ketika melaut nanti kapal dan alat tangkap dalam kondisi baik. Dengan alat tangkap dalam kondisi baik diharapkan hasil tangkapan saat melaut lebih banyak lagi.

Untuk mengatasi kebutuhan sehari-hari selama tidak melaut Buyung dan Syamsul mengakui menggunakan uang simpanan yang ada di bank dan beberapa kebutuhan lain mengutang dengan juragan. [143]


Last modified: 2/1/08