SUARA PEMBARUAN DAILY

Program Pembangunan Sulut Harus Ramah Lingkungan

[MANADO] Pelaksanaan pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke depan akan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan rendah karbon. Karena itu, investor yang akan menginvestasikan dananya di Sulut harus ramah lingkungan dan rendah karbon. Tanpa itu, akan ditolak.

"Kita memperhatikan kelestarian lingkungan hidup karena itu yang menjadi perhatian dunia sekarang demi masa anak cucu kita," ujar Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang saat menghadiri acara diskusi akhir 2007 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi dan Perguruan Tinggi se-Sulut, Senin (31/12) di Desa Sonder, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, sekitar 40 kilometer sebelah Selatan Kota Manado.

Diskusi dihadiri pakar berbagai disiplin Ilmu dari Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dan pejabat pemerintah provinsi serta kabupaten. Selain masalah lingkungan, dibahas juga masalah ekonomi, kemiskinan dan pengangguran.

Gubernur Sarundajang minta semua pihak mendukung keputusan Konferensi pemanasan global di Bali awal Desember lalu, yakni mengurangi emisi dan melestarikan alam. "Provinsi Sulut juga harus melakukan pengurangan emisi dan menjaga kelestarian alam," ujarnya.

Dikatakan, ancaman pemanasan global itu sudah tampak terjadi baik di berbagai daerah termasuk Sulut yakni banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan tenggelamnya beberapa pulau. "Ini ancaman bagi kita. Jadi mulai saat ini kita harus utamakan pelestarian lingkungan. Pembangunan yang dilaksanakan harus ramah lingkungan dan rendah karbon," ujarnya.

Sementara itu, Pendeta Prof Dr Welly Roeroe dari UKIT mengatakan masalah pelestarian lingkungan, pengurangan emisi dan pembangunan ramah lingkungan harus dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Diungkapkan, UKIT saat ini menjadikan masalah kelestarian lingkungan dan pemanasan global sebagai mata kuliah tersendiri. Semua mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kuliah tersebut.

Menurut Prof Dr Ir Alex Masengi MSc dari Unsrat, pelestarian hutan dan laut menjadi perhatian semua warga Sulut. "Hutan harus dijaga dan jangan ada lagi penebangan hutan secara liar. Harus ada penanaman pohon. Ini penting bagi kelestarian alam bagi generasi mendatang. Semua harus ikut melestarikan alam, tanpa kecuali," tandasnya. [136]


Last modified: 2/1/08