[LUMAJANG] Sebanyak tiga jenazah korban terbaliknya perahu di objek wisata alam di pantai Wot Galih, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditemukan mengambang di bantaran Sungai Bondhoyudho, Selasa (1/1) siang. Perahu nelayan yang ditumpangi 11 orang, termasuk nakhoda Markatjung (35) terbalik di Sungai Bondoyudho, ketika akan menuju muara sungai di pantai selatan, pada Selasa (1/1) pagi.
Markatjung (35), warga Desa Malemen, Kecamatan Yosowilangon, Kabupaten Lumajang, bersama tujuh orang lain belum ditemukan sampai Selasa petang, sekalipun polisi dan nelayan sudah menyisir pantai selatan Jatim.
Perahu ini mengikuti sungai sepanjang dua kilometer dan lebar 50 meter ini menuju ke arah pantai selatan. Perahu terbalik menjelang dekat muara Sungai Bondhoyudho, karena pertemuan antara derasnya arus sungai dengan gelombang pasang laut selatan.
Tiga jenazah yang berhasil ditemukan, yakni Sainal (12) putra Markatjung dan penumpang perahu Kiswari (30) dengan putranya Daim (5). Tiga jenazah ini diketemukan mengapung di tepi Sungai Bondoyudho setelah tiga jam perahu tenggelam.
Dari delapan penumpang perahu diketahui Markatjung (35), Kuswiatun (30), Rizki (15), Erwin Saputra (15), ketiganya warga Desa Ruk Jeruk, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Chetty, warga Bale Kambang, Kencong, Jember. Sementara empat penumpang lainnya belum diketahui identitasnya.
Wisata Perahu di Sungai Bondhoyudho menjadi objek wisata alam bagi warga Kabupaten Lumajang dan Jember, menuju ke pantai Selatan Jatim. [ES/M-11]