SUARA PEMBARUAN DAILY

Parpol Harus Berorientasi pada Orang Muda

[JAKARTA] Upaya memperbaiki kinerja dan kaderisasi merupakan langkah mutlak meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol). Hal itu dapat dimulai dengan prioritas rekruitmen orang muda untuk terlibat dalam parpol. Sayangnya, masih sedikit parpol di Indonesia yang mempunyai komitmen dalam kaderisasi politisi muda yang berkualitas.

Demikian disampaikan kalangan politisi muda dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) dan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) secara terpisah di Jakarta, Senin (31/12). Mereka dimintai tanggapan terkait indikasi menurunnya kinerja dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol.

Menurut Wakil Ketua Departemen Sumber Daya Manusia DPP PD Christopher Nugroho, orientasi terhadap orang muda tersebut sudah merupakan keharusan dalam kaderisasi parpol. Ruang dan kesempatan yang diberikan terhadap kelompok muda tersebut menjadi ajang pembelajaran dalam membenahi kekurangan yang harus dilakukan parpol. Untuk itu, PD sudah memulainya dalam beberapa tahun terakhir dimana sekitar 70 persen pengurus PD se-Indonesia adalah orang-orang muda.

"Prioritas PD tidak saja dari kuantitas tetapi juga kualitas kader. Kami mulai dengan menempatkan orang-orang muda dalam partai, termasuk posisi strategis sebagai persiapan 10-15 tahun mendatang," kata pria asal Tegal ini.

Pendapat senada juga disampaikan anggota Departemen Pemuda DPP PDI-P Budiman Sujatmiko bahwa perbaikan dalam tubuh parpol sudah sepatutnya dilakukan dengan meningkatkan perjuangan atas aspirasi rakyat. Salah satu upaya tersebut adalah dengan memperlebar sayap partai kepada kelompok pemuda, pelajar, mahasiswa, petani dan perempuan.

"PDI-P akan mendeklarasikan sayap pemuda, pelajar, mahasiswa, petani, dan perempuan. Deklarasi ini dilakukan guna memperjuangkan aspirasi rakyat," tutur Budiman.

Beberapa langkah reformasi internal PDI-P dilakukan melalui institusionalisasi pengambilan keputusan dan kaderisasi dari tingkat provinsi hingga pengurus ranting.

Secara terpisah, mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Edward Tanari menegaskan bahwa komitmen parpol untuk membuka kesempatan bagi kelompok muda masih sangat minim.

Menurut Edward, kondisi tersebut terjadi karena banyak politisi senior yang masih memanfaatkan kekuasaan bukan untuk kepentingan umum tanpa memperhatikan aspirasi pendukung dan kelangsungan parpol tersebut. Padahal, kekuasaan dalam konteks sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan menjawab aspirasi masyarakat.

"Kondisi ini sangat berbahaya bagi kelangsungan parpol dan perlu ada pencerahan dari kalangan orang muda. Hal ini sudah patut dilakukan untuk mengembalikan komitmen parpol dalam memperjuangkan aspirasi rakyat," tegas Wakil Sekretaris Bidang Komunikasi Politik Badan Pemenangan Pemilu PDI-P ini. [MAR/H-12]


Last modified: 2/1/08