SUARA PEMBARUAN DAILY

Massa Dua Kubu Bentrok

[MAKASSAR] Sekitar 2000-an massa dari kedua kubu kandidat gubernur dan wakil gubernur Sulsel bentrok di depan gedung DPRD Sulsel, Makassar, pada Rabu (2/1). Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut karena bubar akibat hujan mengguyur kota Makassar. Kubu kandidat Amin Syam dan Mansyur Ramly (Asmara) berada di halaman dalam gedung DPRD berhadapan dengan pendukung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin (Sayang) yang berada di luar gedung tersebut.

Bentrokan yang diawali dengan demonstrasi masing-masing pihak tersebut hanya berlangsung beberapa saat setelah hujan deras akhirnya membubarkan mereka.

Akibat bentrok tersebut, sebuah kendaraan rusak parah karena dilempar dalam aksi tersebut. Beberapa hari sebelumnya, sejumlah aksi demonstrasi terus terjadi dari sejumlah kalangan baik dengan yang mendukung calon tertentu maupun yang cenderung netral.

Sebelumnya, Gubernur (incumbent) Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Amin Syam mengecam tindakan ratusan pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Gubernur Sulsel yang menantangnya dan berdemo memprotes kepemipinannya. Para PNS tersebut ikut beraksi dalam beberapa hari terakhir dan lengkap dengan seragam dinasnya. "Luar biasa sikap PNS itu, saya juga bisa bertindak tegas karena saya masih gubernur," ujarnya, Senin (31/1).

Ratusan PNS menolak Amin kembali menjadi gubernur, mereka mogok kerja dan bergabung dengan ribuan pendukung calon gubernur dan wakil gubernur terpilih, Syahrul Yasin Limpo (wakil gubernur incumbent) dan Agus Arifin Nu'mang, berunjukrasa ke gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo.

PNS itu terdiri dari berbagai eselon, mereka berpakaian dinas, berjalan kaki menuju gedung DPRD yang berjarak sekitar setengah kilo meter dari kantor gubernur dengan mengusung spanduk, menolak putusan MA.

Sementara itu, aksi pendukung Amin Syam, Rabu (2/1) ini, bergerak menuju KPU Sulsel dan gedung DPRD. Pihak kepolisian yang sudah dua bulan lebih melakukan siaga di KPU, khawatir, massa pendukung Amin akan bertemu dengan massa pendukung Syahrul dan hal itu sangat berpotensi menimbulkan bentrokan.

Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Makassar dibantu Polres Makassar Timur, Makassar Barat dan Polres Pelabuhan sudah mengantisipasi kemungkinan adanya akumulasi massa di KPU dan DPRD. Sejumlah peralatan pengendali massa telah disiapkan dan rencananya jalur dua arah di depan KPU akan ditutup sebelah untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas akibat aksi.[148]


Last modified: 2/1/08